Showing posts with label PertanianOrganik. Show all posts
Showing posts with label PertanianOrganik. Show all posts

Langkah-Langkah Membuka Pertanian Organik

Add Comment


Salam revolusi ilmiah,...
bagi pembaca yang tertarik untuk berkecimpung dalam pertanian organik. Ini yang harus dilakukan untuk memulai pengolahan pertanian organik. berikut langkah-langkahnya seperti dilansir dari laman eHow.
1. Lakukan riset mengenai pertanian organik dengan mencari informasi seputar tata cara menanam secara organik, mensurvei lahan serta menambah ilmu dengan mengikuti sejumlah pelatihan atau berkonsultasi dengan orang-orang yang memang ahli di bidang pertanian organik.
2. Susun perencanaan bisnis termasuk di dalamnya mencari sumber dana serta merinci biaya yang diperlukan dalam pengelolaan pertanian organik tersebut, termasuk untuk upah buruh tani serta biaya operasional lainnya.
3. Jika modal dana Anda tak mencukupi, ajukan kredit ke lembaga keuangan atau mencari investor. Yang perlu diperhatikan di sini adalah sistematika penyusunan perencanaan bisnis Anda. Lembaga keuangan ataupun investor tentunya akan tertarik berinvestasi bilabusiness plan yang Anda ajukan berpotensi untuk dikembangkan dan disusun seprofesional mungkin.
4. Beli lahan untuk digarap. Sebelum membeli, teliti dahulu struktur serta kondisi tanahnya. Lakukan uji di laboratorium untuk mengetahuinya secara pasti.
5. Beli perlengkapan dan peralatan yang diperlukan, termasuk bibit tanaman. Pilihlah bibit unggulan agar produk Anda bisa mencuri perhatian konsumen dan mampu merajai pasar.
Semoga bermanfaat, selamat berorganik...(r.a)

 sumber

Ayo... Kembali Ke Pertanian Organik

Add Comment





Pertanian Organik tercetus sebagai langkah awal untuk memberikan solusi bagi pertanian yang menggunakan kimia sintetis. Pertanian yang menggunakan bahan-bahan kimia telah dilakukan petani indonesia selama beberapa dekade yang lalu. Pengolahan pertanian yang menggunakan bibit unggul yang dihasilkan oleh olahan perusahaan pabrik, ditambah bahan-bahan kimia buatan pabrik (agrokimia), baik untuk pemupukan lahan dan pengendalian hama. awalnya dirasakan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Namun, setelah beberapa dekade, praktek tersebut menimbulkan permasalahan khususnya terhadap kerusakan ekosistem lahan pertanian dan dampak kesehatan yang buruk.


Penurunan hasil pertanian yang dibarengi dengan meningkatnya daya tahan hama dan penyakit tanaman, disebabkan karena fauna tanah yang bermanfaat bagi tanaman semakin berkurang dan mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah pun nyaris hilang akibat pemakaian input agrokimia yang berlebihan. Bahkan, hama dan penyakit tanaman bukannya menurun, tapi justru semakin kebal terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Sehingga, petani memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi untuk membasminya. Ini artinya, petani tidak saja menebar racun untuk membasmi hama dan penyakit, tetapi juga meracuni dirinya sendiri.


Perhatian masyarakat dunia terhadap persoalan pertanian, kesehatan dan lingkungan global dalam dasawarsa terakhir ini semakin meningkat. Kepedulian tersebut dilanjutkan dengan usaha-usaha yang konkrit untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumber daya tanah, air, dan udara serta aman bagi kesehatan manusia. Salah satu usaha yang dirintis adalah dengan pengembangan Pertanian Organik yang akrab dengan lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat, bebas dari residu obat-obatan dan zat-zat kimia yang berbahaya bahkan mematikan.


Sebenarnya, Pertanian Organik sendiri sudah menjadi kearifan/pengetahuan tradisional yang membudaya di kalangan petani di Indonesia. Namun, teknologi pertanian organik ini mulai ditinggalkan oleh petani ketika teknologi intensifikasi yang mengandalkan bahan agrokimia diterapkan di bidang pertanian. Sejak saat itu, petani menjadi target asupan agrokimia dan tergantung dari pihak luar. Setelah muncul persoalan dampak lingkungan akibat penggunaan bahan kimia di bidang pertanian, teknologi Pertanian Organik yang akrab dengan lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat mulai diperhatikan lagi. (Sutanto, 2002).


Petani sendiri mulai menyadari dampak berkepanjangan dari penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan, baik mempengaruhi kesuburan tanah maupun pengurangan gizi dari hasil panen, terlebih lagi dampak buruk terhadap kesehatan dari hasil panen. Untuk itu kini petani indonesia mulai melirik kembali ke pertanian organik. (r.a)

Prospek Tinggi Pertanian Organik Di Indonesia

1 Comment


Di era moderenisasi abad 21 ini, masyarakat dunia berlomba-lomba menciptakan suatu produk yang bersifat kimia. Banyak diantaranya menciptakan produk kimia hanya berorientasi kepada hasil. Tanpa mengkaji dan member solusi lebih jauh dampak panjang akibat bahan kimia. Penggunakan bahan kimia tersebut telah menjamur di bidang pertanian. Sehingga menimbulkan banyak permasalahan yang timbul akibat penggunaan berkepanjangan terhadap bahan kimia dalam pengolahan pertanian.

Namun akhir-akhir ini banyak masyarakat dunia mulai sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis berkelanjutan dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami. Seperti halnya penggunaan pupuk kimia, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian setidaknya kini mulai banyak ditinggalkan. Karena pangan yang sehat dan bergizi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Sehingga banyak para petani di Indonesia dalam pengolahan pertanian beralih kepada system pertanian organik. Dari penelitian terkini pun telah membuktikan bahwa penelitian pertanian organik memuaskan.

Yang demikianlah cara untuk bisa bertahan hidup secara sehat. Manusia bisa sehat, lingkungan pun dapat terjaga dengan baik. Maka keseimbangan alam akan selalu memberikan kedamaian. (r.a)


Penelitian Pertanian Organik Memuaskan

2 Comments


Dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir ini. Pertanian organik dan hemat sumber daya alam telah banyak diaplikasikan di negara-negara yang beriklim tropis. Namun yang mengagetkan, baru sedikit data yang mengungkap bagaimana peforma kinerja dua jenis pertanian ini di kalangan masyarakat. Hal inilah yang memicu timbulnya penelitian terbaru yang telah diterbitkan dalam International Journal of Agricultural Sustainability.

Masa Panen Sayuran

Add Comment

 
Ini nih info rentan waktu panen dari berbagai sayuran, kurang lebihnya sih segitu waktu panennya. tergantung juga dari berbagai faktor seperti : wilayah, suhu, pupuk, perawatan dsb. semoga bermanfaat dan bisa menjadi patokan bagi yang ingin bertani sayur mayur. mari hijaukan pekarangan rumah kita... (azmy)

 
sumber : di sadur dari berbagai sumber