Showing posts with label Medis. Show all posts
Showing posts with label Medis. Show all posts

Waspada Keracunan Makanan

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Keracunan makanan sering dialami oleh orang yang mengkonsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi dengan zat patogen (seperti : Norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter dan Staphylococcus aureus) atau bahan kimia. Untuk keracunan makanan, seorang dokter diberikan kewenangan dan dituntut untuk mengatasinya sampai tuntas atau kemampuan 4A.

revolusiilmiah.com - Waspada keracunan makanan
Waspada keracunan makanan. (Foto : nationalgeographic.co.id)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami orang dengan keracunan makanan adalah : Diare akut, Nyeri perut, Nyeri kram otot perut dan Perut kembung. Untuk diare akut biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu, adanya darah atau lendiir pada tinja perlu dipikirkan adanya infeksi pada mukosa usus. Sedangkan nyeri kram otot perut menunjukkan hilangnya elektrolit yang mendasarinya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keracunan makanan ini yaitu :

  1. Higien makanan atau minuman yang dikonsumsi
  2. Konsumsi daging yang kurang matang perlu dihindari, hal tersebut terkait dengan adanya bakteri yang dapat menyebabkan keracunan seperti Salmonella sp., Campylobacter sp., E.coli dan Clostridium perfringens.
  3. Makan makanan laut yang mentah dapat menyebabkan keracunan makanan terkait dengan kandungan Norwalk-like virus, Vibrio sp atau Hepatitis A.

Pemeriksaan

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda Dehidrasi : Diare, dehidrasi, Tekanan darah turun, Nadi cepat, Mulut kering, Penurunan keringat dan Penurunan output urin. Nyeri tekan perut dan Bising usus yang meningkat dapat juga terjadi.
Pemeriksaan penunjang dapat menggunakan Pemeriksaan Feses (Ditemukan telur cacing dan parasit), maupun dengan Pewarnaan Gram, Koch dan Metilen Biru Loeffler guna membedakan Penyakit Invasif dan Non Invasif.

Diagnosis Banding

Diagnosis ditegakkan berdasarkan Anamnesis, Pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan.
Diagnosis banding yang mungkin adalah Intolerasi dan Diare spesifik seperti Disentri, Kolera.
Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah Dehidrasi berat.

Terapi/Penatalaksanaan

Sebagian besar kasus keracunan adalah Self-Limiting Disease, dimana pengobatan khusus tidak perlukan. Dimana dari penelitian, hanya 10% yang membutuhkan antibiotik. Tujuan penanganannya adalah mengatasi Dehidrasi atau melakukan rehidrasi yang cukup serta suplemen elektrolit. Rehidrasi dapat dilakukan per oral atau intravena.
Jika dalam 3 sampai 4 hari gejala dan keluhan menetap atau bertambah berat, perlu dilakukan pemeriksaan spesifik untuk menentukan kebutuhan Antibiotik, jika tidak memungkinkan, pikirkan untuk merujuk ke Pelayanan Kesehatan yang lebih tinggi.
Selama terapi, modifikasi gaya hidup dan menjaga higienitas yang dikonsumsi sangatlah perlu.

Prognosis

Jika tidak mengalami perburukan atau komplikasi lanjut, prognosis dari pasien adalah Bonam atau baik.

Referensi
  1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 63-5

Mengenal Penyakit Lepra atau Kusta

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Penyakit Lepra dikenal juga dengan Kusta dan Penyakit Hansen. Penyakit ini sangat menular, berlangsung selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah Mycobacterium leprae. Penularannya melalui saluran nafas atau kontak kulit dengan pasien lebih dari 1 bulan secara terus menerus. Masa inkubasinya 2,5 tahun, tetapi pada beberapa kasus dapat lebih lama, tergantung kondisi tubuh pasien.

revolusiilmiah.com - Salah satu cara pemeriksaan Lepra
Salah satu cara pemeriksaan Lepra. (Foto : syahadat.wordpress)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami oleh pasien lepra adalah bercak kulit yang berwarna merah atau putih dengan ujud kelainannya berupa plakat, terutama di wajah dan telinga. Di bercak terdapat kurang atau mati rasa, tidak dirasakan gatal oleh pasien. Bahkan lepuh kulit tidak dirasakan oleh pasien.
Kelainan yang terjadi seriing tidak sembuh dengan pengobatan apabila infeksi sudah memasuki saraf tepi dari lesi/luka.
Beberapa faktor resiko yang dapat mengiringi terjadinya penyakit ini adalah Sosial ekonomi yang rendah, Kontak lama dengan pasien atau anggota keluarga yang terdiagnosis lepra, Imunokompromis dan Tinggal di daerah dengan endemik lepra.

Pemeriksaan

Terdapat 3 tanda khas atau patognomonis pada penyakit lepra, yaitu :

  1. Tanda pada Kulit. Terdapat bercak, bintil. Bercak berbentuk plakat dengan kulit mengkilat atau kering bersisik. Kulit tidak dapat berkeringan dan berambut. Terdapat perasaan baal atau kurang rasa pada daerah yang terkena.
  2. Tanda pada Saraf. Penebalan saraf tepi, nyeri tekan dan atau spontan pada saraf, kesemutan, rasa seperti tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak, kelemahan anggota gerak dan atau wajah, serta adanya deformitas, ulkus yang sulit sembuh.
  3. Mutilasi pada Alat gerak. Beberapa kelainan pada alat gerak yang perlu dicatat dalam rekam medik diantaranya : Bercak keputihan atau kemerahan, Mati/kurang rasa, Infiltrat yang luas dan merata, Nodul, Penebalan saraf, Kontraktur lemas, Kontraktur kaku, Mutilasi/absorbsi (hilangnya/susutnya jari-jari atau bagian anggota gerak), Ulkus pada anggota gerak, Tangan lunglai (seperti drop hand dan drop wrist), Kaki semper (Drop foot).
Untuk pemeriksaan penunjangan dapat menggunakan Pemeriksaan Mikroskopik Kuman Basil Tahan Asam (BTA) pada kerokan jaringan kulit pasien.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding penyakit lepra dilihat dari gambaran kulit dan komplikasi yang muncul.
  • Bercak kemerahan/eritem : Psoriasis, Tinea circinata, Dermatitis seboroik
  • Bercak putih : Vitiligo, Ptiriasis versikolor, Ptiriasis alba
  • Nodul : Neurofibromatosis, Sarkoma kaposi, Veruka vulgaris
  • Komplikasi yang muncul : Arthritis, Sepsis, Amiloid sekunder.

Terapi/Penatalaksanaan

Beberapa hal yang dilakukan untuk menatalaksana pasien adalah sebagai berikut :
  1. Pasien diberikan informasi mengenai kondisi pasien saat ini, selain itu juga ditekankan bagaimana pengobatan yang dilakukan serta kepatuhan dalam pengobatan tersebut untuk mengeliminasi atau menghilangkan penyakit tersebut
  2. Menjaga kebersihan dan pola diet atau makan yang baik
  3. Motivasi untuk memulai terapi obat hingga selesai
  4. Terapi menggunakan MDT (Multi Drug Therapy) khusus untuk Pasien kusta baru yang belum pernah mendapatkan MDT, serta Pasien Ulangan.
  5. Dosis MDT pada anak <10 tahun dapat disesuaikan dengan berat badan. (Dosis Rifampisin : 10-15 mg/kgBB, Dapson : 1-2 mg/kgBB, Lampren : 1 mg/kgBB)
  6. Berikan obat penunjang seperti vitamin atau roborantia seperti Vitamin B1, B6 dan B12
  7. Untuk pasien hamil dapat tetap diberikan MDT.
Konseling serta Edukasi penting pula dilakukan, yaitu dengan Memberikan penjelasan mengenai lepra, cara penularan dan pengobatannya, Diminta membantu memonitor pasien atau keluarga pasien yang menderita penyakit serta Segera membawa pasien ke pusat pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami komplikasi atau ada anggota keluarga pasien yang mulai menunjukkan gejala penyakit.

Prognosis

Untuk alat vital tubuh, prognosisnya Bonan/baik. Untuk Fungsi alat gerak, prognosisnya dubia ad malam, terutama terjadinya mutilasi atau kejadian yang berulang.

Referensi
  1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 53-63
  2. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2012. Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kusta. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Kandidiasis Mulut atau Jamur Mulut

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Kandidiasis Mulut disebabkan oleh jamur yang bernama Candida albicans. Jamur ini dapat menyerang berbagai jaringan dan organ tubuh manusia seperti kulit, mukosa ataupun organ dalam (paru-paru, jantung, usus). Umumnya disebarkan dengan cara kontak atau bersentuhan kulit. Tak terkecuali pada bayi baru lahir, dapat terinfeksi dengan cara kontak vagina atau jalan lahir nya, bisa juga melalui dot yang tidak bersih dan steril.

revolusiilmiah.com - Kandidiasis Mulut
Kandidiasis Mulut. (Foto : orvosok.hu)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami oleh pasien kandidiasis mulut ini adalah rasa gatal dan perih pada mukosa mulut, rasa metal dan daya pengecap yang berkurang. Keadaan tersebut dapat terjadi dan diperparah apabila pasien mengalami imunodefisiensi atau kekebalan tubuh yang berkurang seperti pada penyakit AIDS.

Pemeriksaan

Dalam pemeriksaan fisik yang dilakukan, ditemukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Bercak merah, dengan maserasi di sekitar mulut, lipatan atau intertriginosa yang disertai bercak merah terpisah dari sekitarnya atau satelit
  2. Oral thrush atau Guam yang diselaputi oleh pseudomembran pada mukosa mulut.
Pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis adalah dengan KOH 10% atau Pewarnaan Gram, dimana dengan pengecatan tersebut sel ragi dapat dilihat dengan jelas di bawah mikroskop.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding kandidiasis mulut adalah Peradangan pada mukosa mulut yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin dapat terjadi adalah Diare akibat Kandidiasis yang masuk pula ke saluran cerna.

Terapi/Penatalaksanaan

Terapi yang dapat diberikan pada pasien Kandidiasis mulut adalah :
  1. Memperbaiki status gizi serta menjaga kebersihan mulut atau oral
  2. Perhatikan dan kontrol selalu faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit
  3. Gentian violet 1% (Segar/baru dibuat) atau larutan Nistatin 100.000-200.000 IU/ml yang dioleskan 2-3 kali sehari selama 3 hari pemberian.
Selain terapi personil yang diberikan, perlu juga terapi untuk keluarga pasien yaitu dengan cara skrining keluarga dan perbaikan sanitasi serta higien lingkungan supaya terjaga kebersihannya.
Pasien sebaiknya kontrol kembali setelah 3 hari pemberian obat apabila tidak ada perbaikan.

Prognosis

Bonam atau baik pada pasien dengan imunokompeten atau ketahanan tubuh yang baik.

Referensi
  1. Permekes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 52-3
  2. Pengobatan dasar di Puskesmas. 2007. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Infeksi Tali Pusat pada Bayi

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Tali pusat pada bayi baru lahir umumnya akan lepas setelah 7 hari dan lukanya akan sembuh kurang lebih 15 hari. Namun, apabila terjadi infeksi, maka dapat membahayakan tubuh secara umum, atau sering dikenal dengan sepsis, oleh karenanya perlu dikenali dan diobati segera.

revolusiilmiah.com - Perawatan Tali Pusat
Perawatan Tali Pusat. (Foto: yahyagalery)

Keluhan

Keluhan yang muncul pada bayi dengan infeksi tali pusat (umbilikus) adalah Demam, Rewel dan Tidak mau menyusu. Faktor resiko diantaranya : Imunitas seluler dan humoral belum sempurna, luka pada tali pusat dan kulit yang tipis sehingga mudah sobek. Faktor predisposisinya Pemotongan dan Perawatan tali pusat yang tidak steril.

Pemeriksaan Fisik

Dari pemeriksaan fisik dapat ditemukan beberapa tanda sebagai berikut:

  1. Tanda infeksi di sekitar tali pusat seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri dan mengeluarkan pus/nanah yang berbau busuk
  2. Adanya infeksi tali pusat lokal/terbatas: Kemerahan dan bengkak terbatas pada daerah kurang dari 1  sentimeter di sekitar pangkal tali pusat
  3. Infeksi tali pusat berat atau meluas: Kemerahan atau bengkak pada tali pusat yang meluas melebihi area 1 sentimeter atau kulit di sekitar tali pusat bayi mengeras dan memerah serta bayi mengalami pembengkakan perut.
  4. Tanda sistemik: Demam, Takikardia (nadi cepat), Hipotensi, Letargi, Somnolen dan Ikterus.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding pada kasus infeksi tali pusat ini adalah:
  • Tali pusat normal, namun ada akumulasi cairan berbau busuk. Terapi hanya dengan dibersikan menggunakan alkohol
  • Granuloma keterlambatan proses epitelisasi karena kauterisasi (Granuloma-delayed epithelization)

Komplikasi

Komplikasi yang timbul pada infeksi umbilikus adalah:
  1. Necrotizing fasciitis. Tanda dari necrotizing fasciitis yaitu: Edema, kulit tampak seperti jeruk di sekitar infeksi (peau d'orange appearance), Progresivitas cepat dan Dapat menyebabkan kematian
  2. Peritonitis
  3. Trombosis vena porta
  4. Abses

Terapi/Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan diantaranya: Perawatan Lokal, Perawatan Sistemik dan Rujukan.

1. Perawatan Lokal

Perawatan lokal dilakukan dengan Larutan Antiseptik (Klorheksidin atau Iodium povidon 2,5%) dengan kain kasa yang bersih, dilakukan 8 kali sehari sampai tidak ada nanah pada tali pusat. Selesai dibersihkan, dioleskan Salep Antibiotik minimal 3 kali sehari

2. Perawatan Sistemik

Bila tanpa gejala sistemik, dapat diberikan Antibiotik seperti Kloksasiklin oral selama 5 hari. Bila bayi tampak kesakitan, perlu dicek dahulu ada tidaknya tanda-tanda sepsis. Jika ada, dapat diberikan antibiotik kombinasi dengan aminoglikosida. Bila setelah diberikan terapi tidak ada perbaikan, perlu dipertimbangkan kemungkinan ada resistensi/MRSA (Meticillin Resistance Staphylococcus aureus).
Lakukan rujukan ke pelayanan kesehatan lebih tinggi bila bayi mengalami Intake yang tidak cukup dan tampak tanda-tanda dehidrasi serta komplikasi sepsis.

Prognosis

Prognosis untuk infeksi umbilikus/tali pusat umumnya dubia ad bonam jika tanpa komplikasi serius.

Referensi
    1. Permekes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 49-51
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2003. Infeksi Tali Pusat dalam Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.

    Mengenal Penyakit Filariasis atau Kaki Gajah

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Kita mengenal Filariasis dengan Kaki Gajah, merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria, dimana cacing ini ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit Filariasis bersifat menahun atau kronis dan apabila tidak diberikan pengobatan yang sesuai, dapat menimbulkan cacat menetap yang berupa Pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik pada perempuan maupun laki-laki. Secara internasional, WHO menargetkan eliminasi filariasis pada tahun 2020 melalui program The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020.


    revolusiilmiah.com - Siklus Penyakit Filariasis
    Siklus Penyakit Filariasis. (Gambar: wikipedia.org)

    Keluhan Filariasis

    Pada umumnya, pasien dengan filariasis mengeluhkan :
    1. Demam yang berulang kurang lebih selama 3-5 hari. Demam tersebut hilang timbul, timbul pada saat bekerja berat dan hilang pada saat istirahat
    2. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada perlukaan) terutama di daerah lipatan paha dan ketiak. Tampak kemerahan, terasa panas dan sakit
    3. Peradangan pada salurah getah bening yang terasa panas dan menjalar mulai pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis)
    4. Pembesaran pada tungkai, lengan, buah dada, kantong zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (Early Imphoma).
    Pada kondisi yang lama/kronis, dimana terjadi pengurangan fungsi saluran limfe dapat menyebabkan : Pembesaran yang menetap (elephantiasis)pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti). Hal tersebut dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

    Perjalanan Penyakit

    Ada 4 Masa yang terjadi pada filariasis, yaitu:

    1. Masa Prepaten. Masa antara masuknya Larva Infektif sampai terjadinya Mikrofilaremia, berlangsung kurang lebih 37 bulan
    2. Masa Inkubasi. Masa inkubasi merupakan masa antara masuknya Larva Infektif sampai terjadinya gejala klinis, kurang lebih berlangsung 8-16 bulan
    3. Gejala Klinik Akut. Gejala klinis yang mucul diantaranya Limfadenitis, Limfangitis yang disertai Demam dan Malaise. Umumnya unilateral
    4. Gejala Menahun. Gejala ini dapat terjadi 10-15 tahun setelah serangan akut pertama. Gejala menahun dapat menyebabkan cacat yang menggangu aktivitas penderita serta menjadi sebuah beban bagi keluarga.

    Pemeriksaan Fisik

    Pada saat kita melakukan pemeriksaan fisik, dapat ditemukan beberapa gejala dan tanda sebagai berikut:
    • Limfangitis dan Limfadenitis
    • Hidrokel, Limfadema, Elefantiasis dan Chyluria
    • Epedidimitis kronis, Funikulitis, Edema skrotum (laki-laki), Limfedema vulva (perempuan)

    Pemeriksaan Penunjang

    Pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk memastikan diagnosis filariasis yaitu:
    • Identifikasi mikrofilaria dengan sediaan darah. Pemeriksaan yang dilakukan dengan pewarnaan Giemasa atau Wright
    • Didapatkan Leukositosis dan Eosinofilia 10-30% pada sediaan darah tepi
    • Dapat pula dilakukan pemeriksaan Diethylcarbamazine Provocative Test.

    Diagnosis Banding

    Filariasis dapat didiganosis banding dengan:
    1. Infeksi bakteri, tromboflebitis
    2. Tuberkulosis, Lepra, Sarkoidosis

    Terapi/Penatalaksanaan

    Prinsip utama dalam terapi filariasis adalah untuk mencegah atau memperbaiki perjalanan penyakit, yaitu dengan cara:
    1. Memelihara kebersihan kulit
    2. Fisioterapi, terutama pada Pasien Limfedema Kronis
    3. Obat Antifilaria semisal DEC (Diethyl Carbamazine Citrate), dengan dosis 6 mg/kgBB, 3 dosis/hari setelah makan selama 12 hari
    4. Ivermektin dosis 150 ug/kgBB pada mikrofilaria W. bancrofti. Waspada pemberian untuk wanita hamil dan anak kurang dari 5 tahun
    5. Antibiotik dan Antijamur untuk mengobati dan mencegah infeksi sekunder serta berulang
    6. Antihistamin dan Kortikosteroid digunakan untuk mengatasi efek samping pengobatan serta mengurangi rasa gatal
    7. Operatif pada beberapa kasus seperti Hidrokel dan Chyluria, namun dilakukan setelah tidak ada perbaikan paska terapi konservatif.

    Prognosis

    Untuk filariasis, secara umum tidak mengancam jiwa.
    • Quo ad fungsionam yaitu dubia ad bonam
    • Quo ad sanationam yaitu malam
    Faktor yang mempengaruhi prognosis ini adalah: Jumlah cacing dan mikrofilaria, Potensi kembang biak cacing, Infeksi ulang serta Aktivitas RES.


    Referensi
    1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 42-8
    2. Soedarmo Sumarmo S.P. Garna, H. Sri Rezeki, S.H.Hindra Irawan S. Filariasis dalam Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Ed-. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, 2010:400-7.
    3. Filariasis-Gejala, Penyebab dan Mengobati. http://www.alodokter.com/filariasis. Diakses 2 November 2016 

    5 Cara Alami Memperlancar ASI

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - ASI atau Air Susu Ibu merupakan salah satu kebutuhan dasar dan vital bagi Manusia terutama Bayi. Bahkan dalam konsep ASI Eksklusif, sebaiknya Bayi 0-6 Bulan hanya diberikan ASI saja. Sebagai sumber gizi utama dalam awal kehidupan bayi, ASI diproduksi atas pengaruh Hormon Prolaktin dan Oksitosin, dimana kedua hormon tersebut berperan juga dalam produkksi Kolostrum (ASI yang pertama kali keluar), dimana kolostrum sangat sarat dengan Immunoglobulin A yang sangat baik bagi bayi terutama mengingkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

    revolusiilmiah.com - ASI adalah kebutuhan vital bayi
    ASI adalah kebutuhan vital bayi. (Foto : freedigitalphotos)
    Sebenarnya, ASI secara alami diproduksi bersama keluarnya sang bayi, bahkan ada yang keluar sebelum kelahiran, namun tidak sedikit pula yang sampai dengan beberapa hari setelah kelahiran, ASI masih sulit keluar sehingga secara "praktis" beberapa tenaga medis mengambil "jalan pintas" dengan pemberian Susu Formula.


    ASI Sulit Keluar

    Pada beberapa kasus, ASI sulit keluar dapat dialami oleh seorang Bunda paska Melahirkan. Tidak sedikit dari mereka yang panik, sehingga mengorbankan ASI Eksklusif. Oleh karena itu, perlu kita mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan ASI sulit keluar sebagai berikut :
    1. Bunda mengalami Stres. Baik sebelum, selama maupun setelah Melahirkan. Dukungan keluarga sangat penting
    2. Operasi sesar. Operasi sesar dapat memperlambat produksi ASI, terutama ketidaksesuaian dengan HPL (Hari Perkiraan Lahir), sehingga terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam produksi ASI yang lancar
    3. Payudara Bunda mengalami Bengkak. Pembengkakan sangat mengganggu kelancaran produksi ASI
    4. Plasenta masih ada yang tertinggal. Plasenta merupakan salah satu bagian yang seharusnya keluar semua paska melahirkan. Apabila ada bagian yang tidak semuanya terkeluarkan, maka akan dapat menyebabkan perdarahan serta mengganggu produksi ASI

    Cara Alami Memperlancar ASI

    Bunda yang ASI nya kurang lancar terkadang lebih stres yang sebenarnya dapat lebih memperburuk kondisi. Oleh karena itu, selain mengetahui hal-hal yang dapat mempersulit keluarnya ASI, juga harus mengetahui bagaimana cara supaya ASI Lancar. Berikut 5 cara alami supaya ASI dapat keluar dengan lancar :
    revolusiilmiah.com - Langkah pijat payudara
    Langkah pijat payudara. (Foto : theasianparent)

    1. Pijat Payudara

    Cara alami dan mudah ini sebaiknya rutin dilakukan Ibu Menyusui (Busui) atau Ibu Hamil (Bumil) pada Trimester 3 akhir sebagai persiapan menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pijat payudara sebagai berikut :
    • Pemijatan dilakukan dengan air hangat dan dingin secara bergantian
    • Untuk mencegah peradangan, jangan mencuci payudara terutama bagian puting setelah menyusui, karena akan mengakibatkan puting menjadi kering dan iritasi
    Langkah pemijatan yang disarankan adalah :
    • Memijat dimulai dari pangkal
    • Menekan dinding dada dengan 2 jari (Telunjuk dan Jari Tengah)
    • Memijat dengan arah melingkar pada satu daerah di payudara selama beberapa detik, baru berpindah ke daerah lain
    • Perlu diketahui arah memijat adalah memutar atau spiral mengelilingi payudara menuju puting
    • Menekan ruas ibu jari setelah tangan dikepalkan, ke dinidng dada
    • Memindahkan tekanan berturut-turut ruas telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking ke arah puting
    • Mengulangi cara memijat tersebut ke daerah berikutnya
    • Khusus bagian bawah, menekan dimulai dengan tekanan dari ruas jari kelingking.

    2. Menyusui Bayi Langsung setelah Lahir dan Sesuai Permintaan Bayi

    IMD atau Inisiasi Menyusui Dini, salah satunya adalah langsung menyusui bayi setelah melahirkan, perlu dilakukan. Setelah itu, pemberian sebaiknya sesuai dengan permintaan bayi atau kapanpun membutuhkan, jangan dijadwal.

    3. Minum dan Tidur yang Cukup

    Minum yang disarankan adalah minimal 2 liter sehari atau 8-10 gelas, jangan sampai kurang. Sedangkan tidur atau istirahat yang disarankan, 6-8 jam sehari, Selain itu, jaga psikis dengan tetap tenang dan melakukan aktivitas rumah yang tidak berat. Peran suami dan keluarga sangatlah penting.

    4. Menyusui dengan Rileks

    Menyusui haruslah menjadi sarana kedekatan emosional Bunda dengan Bayi. Selama menyusui harus terjadi kontak fisik antara Bunda dengan Bayi. Menyusui yang disarankan adalah di tempat tidur dengan posisi yang benar, sehingga tercipta kondisi yang rileks, Bunda yang menyusui dengan rileks umumnya dapat memperlancar produksi ASI. Dan selama menyusui sebaiknya jangan tidur dalam posisi tengkurap, karena akan menekan payudara.

    5. Makanan Pelancar ASI

    Beberapa makanan berikut dapat membantu memperlancar ASI yaitu : Daun Katuk, Bunga atau Buah Pepaya, Bayam Hijau atau Merah, Kedelai Jepang, Kacang Hijau, Pare, Jambu Air, Semangka, Labu Siam. Pemberian makanan tersebut sebaiknya divariasi supaya mendapatkan manfaat yang lebih optimal dan mengurangi kebosanan.

    Demikian hal-hal yang dapat mempersulit keluarnya ASI serta cara alami yang dapat membantu memperlancar ASI. Dengan mengetahui hal tersebut, baik suami maupun Bunda dapat lebih siap dalam menghadapi setiap kondisi sulitnya keluar ASI, sehingga tidak sarta merta mengambil cara praktis dengan susu formula. Selamat mencoba dan semoga sukses. (OKW/theasianparent,wishingbaby)

    5 Manfaat Hebat Wortel Bagi Kesehatan

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Siapa yang tidak tahu wortel? Tumbuhan yang sering dimanfaatkan umbi atau akarnya tersebut sangat lekat dengan masyarakat dunia. Bahkan hampir di semua negara mengkonsumsi wortel. Nama latin wortel adalah Daucus carota. Budidaya wortel yang optimal adalah pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut dengan suhu 15-21 derajat celsius. Selain budidayanya yang tidak terlalu sulit serta mudahnya mengolah untuk masakan, wortel ternyata memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan, terkhusus bagi Anda yang ingin sehat secara alami.

    revolusiilmiah.com - Anak dan Ibu sedang asyik makan wortel
    Anak dan Ibu sedang asyik makan wortel. (Foto : freedigitalphotos)

    Kandungan Wortel

    Wortel mengandung banyak vitamin dan mineral. Dalam 1 porsi wortel sedang, mengandung 25 kalori, 6 gram karbohidrat, 3 gram gula dan 1 gram protein. Vitamin yang banyak dalam wortel adalah vitamin A, vitamin C, Vitamin E dan Vitamin K. Kandungan lainnya adalah Kalsium, Zat Besi, Serat, Kalium, Asam Folat, Mangan, Fosfor, Magnesium dan Seng.
    Baca Juga : 10 Tips Menyimpan Makanan di Kulkas

    5 Manfaat Wortel Bagi Kesehatan

    Begitu melimpahnya kandungan vitamin dan mineral dalam wortel tentunya sangat diperlukan oleh tubuh untuk tetap sehat, bugar dan tetap fit. Apa saja kandungan hebat dari wortel dalam menjaga kesehatan seseorang? Berikut kami pilihkan manfaat hebat wortel bagi kesehatan.

    1. Menjaga Kesehatan Mata

    Sesuatu yang sudah tidak asing bagi kita kalau wortel dapat membantu menjaga kesehatan mata. Kandungan beta karoten lah yang berperan di sana. Beta karoten tersebut selanjutnya akan dirubah menjadi vitamin A dalam hati seseorang. Proses berikutnya adalah vitamin A berubah menjadi rhodopsin dalam retina, rhodopsin merupakan pigmen warna yang berfungsi untuk mempertajam penglihatan. Selain mempertajam penglihatan, beta karoten juga berfungsi untuk melindungi mata dari kerusakan, terutama bagian makula mata dan ancaman katarak. Oleh karena itu, konsumsi wortel secara rutin dapat mengurangi resiko terkena gangguan mata dan katarak.
    Baca Juga : 8 Tips Menjaga Kesehatan Mata

    2. Mencegah Penuaan Dini dan Kerusakan Kulit

    Manfaat ini diperankan oleh antioksidan dalam wortel, baik itu vitamin B maupun C. Antioksidan berperan mencegah kerusakan sel-sel tubuh oleh adanya radikal bebas. Dengan tercegahnya kerusakan sel, maka sel tubuh akan terjaga terutama kulit, serta mencegah penuaan dini.

    3. Mencegah Resiko Kanker

    Wortel mengandung zat falcarinol dan falcarindiol. Kedua zat tersebut merupakan zat antikanker. Zat itulah yang berperan dalam wortel untuk mencegah terjadinya kanker terutama kanker paru-paru dan payudara apabila dikonsumsi secara rutin. Sebuah penelitian di Amerika bahkan menyatakan, konsumsi wortel sedang 2 kali sehari dapat menurunkan resiko kanker payudara sampai 17%.

    4. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

    Sebuah penelitian dari Universitas Harvard di Amerika Serikat mengatakan bahwa mengkonsumsi 6 biji wortel dalam seminggu dapat menurunkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh. Dimana, kolesterol jahat merupakan salah satu resiko dari penyakit jantung. Alasannya adalah kandungan antioksidan dalam wortel dapat mencegah terbentuknya radikal bebas sebagai pemicu terbentuknya kolesterol jahat dalam tubuh.


    5. Menjaga Kesehatan Rambut

    Zat karotenoid dalam wortel dapat membantu menjaga kesehatan rambut, dengan cara mencegah kerontokan rambut dan membantu menumbuhkan rambut atau penyubur rambut. Ilmuan berpendapat bahwa dengan vitamin yang banyak dalam wortel dapat membantu melancarkan peredaran darah di kepala terutama rambut, sehingga kebutuhan nutrisi dalam rambut dapat terpenuhi dengan baik, sehingga kerusakan yang terjadi dapat dicegah.

    Banyak bukan manfaat wortel. Makanan alami yang sering kita konsumsi ternyata memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan. Oleh karena itu jangan sampai meremehkan makanan-makanan alami yang tumbuh dari tanah air kita. Mari kita jaga, lestarikan dan budidaya sebaik-baiknya. (M-ANT)

    Referensi : Cakrawalasehat, Amazine

    5 Manfaat Hebat Jambu Biji Bagi Kesehatan

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Jambu biji bukanlah buah yang asing bagi kita. Jambu biji dikenal pula sebagai Jambu batu atau Jambu klutuk. Merupakan tanaman yang asalnya dari Negara Brasil. Buah dari Jambu biji berwarna hijau dengan daging buah yang berwarna putih atau merah serta memiliki rasa asam-manis. Cara memperbanyak tanaman tersebut dapat menggunakan bijinya, namun cara tersebut tidaklah terlalu disukai, selain karena tumbuhnya lama, sifatnya pun juga akan berbeda dengan induknya, oleh karena itu, jambu biji saat ini diperbanyak melalui cara vegetatif misalnya dengan pencangkokan.
    revolusiilmiah.com - Jambu biji memiliki banyak manfaat untuk kesehatan
    Jambu biji memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. (Foto : freedigitalphotos)

    Kandungan Jambu Biji

    Sebelum membahas manfaat jambu biji bagi kesehatan, perlu kita ketahui apa saja kandungannya. Secara umum, jambu biji memiliki kandungan vitamin, protein yang serat. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan buah nanas dalam porsi yang sama. Berikut kandungan jambu biji :
    • Vitamin A (21% dari nilai harian)
    • Asam Folat (20%)
    • Flavonoid (Inhibitor kanker)
    • Lycopene (Pencegah kanker prostat)
    • Antioksidan Lutein dan Cryptoxanthin
    • Kalium
    • Vitamin B6
    • Vitamin E dan K

    Manfaat Jambu Biji

    Kandungan yang banyak pada jambu biji tentunya memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Berikut kami pilihkan manfaat yang hebat dari jambu biji bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui.

    1. Diet Pelangsing Tubuh

    Bagi Anda yang ingin melaksanakan diet pelangsing tubuh, tidak ada salahnya mencoba manfaat jambu biji yang satu ini. Hal tersebut disebabkan karena sifat jambu biji adalah mengenyangkan perut lebih lama sehingga menghindari makan dan minum yang berlebihan, selain itu kandungan rendah kolesterol dan karbohidrat menjadikan jambu biji cocok untuk menu diet pelangsing tubuh.

    2. Membantu Mengatasi Sembelit

    Sembelit atau susah buang air besar merupakan masalah tersendiri bagi seseorang. Apabila tidak segera ditangani dan dicegah, dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berlebihan. Nah, tidak ada salahnya mencoba mengkonsumsi jambu biji secara rutin. Dengan kandungan seratnya, jambu biji dapat membantu meningkatkan kinerja pencernaan dan pembuangan seseorang.

    3. Pencegah Hipertensi

    Jambu biji memiliki manfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah pada jantung dan pembuluh darah, sehingga mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Sehingga, salah satu diet untuk mencegah terjadinya darah tinggi atau hipertensi adalah dengan mengkonsumsi rutin jambu biji setiap hari.

    4. Pencegah Diabetes

    Serat dalam jambu biji selain baik untuk pencernaan, ternyata juga baik dalam membantu mengatur dan mengontrol penyerapan gula dalam tubuh, sehingga menghindarkan tubuh dari kandungan gula darah yang berlebihan. Hal tersebut sangat membantu dalam mencegah terjadinya diabetes, terutama diabetes tipe 2.

    5. Mengencangkan Kulit

    Adalah zat astringents dari jambu biji yang dapat membantu mengencangkan kulit dan menghindari permasalahan kulit yang timbul. Cara mendapatkan manfaat zat astringents dari jambu biji adalah dengan memakannya langsung atau dengan merebusnya terlebih dahulu. Bahkan apabila jambu biji direbus terlebih dahulu, kandungan zat astringents lebih banyak lagi. Kandungan lain yang terkait dengan kesehatan kulit pada jambu biji adalah Vitamin A, B dan C, dimana vitamin tersebut merupakan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara umum.

    Hubungan Jambu Biji dengan Bunda Hamil

    Selain 5 manfaat hebat di atas, ternyata jambu biji juga disarankan dikonsumsi rutin oleh seorang bunda yang sedang hamil. Hal tersebut tidak terlepas dari kandungan vitamin B3 dan B6 nya yang dapat membantu merangsang kecerdasan otak dan mencegah kepikunan, yang apabila dikonsumsi bunda hamil selain untuk dirinya sendiri, juga diberikan kepada sang calon buah hatinya pula. Selain itu, kandungan mineralnya terutama zat besi, dapat membantu sang bunda mencegah terjadinya anemia atau kekurangan darah, suatu kondisi yang dapat membahayakan sang ibu dan janinnya.

    Baca Juga : Bunda Hamil sebaiknya Konsumsi Cokelat

    Lantas berapakah porsi yang disarankan untuk konsumsi jambu biji setiap hari? Kebutuhan kandungan jambu biji yang disarankan setiap hari adalah 100 gram buah per hari. Namun demikian, variasi makanan tetap perlu dilakukan, sehingga tidak mengalami kebosanan. Selamat mencoba dan raih manfaatnya. (OKW)

    Referensi : Manfaat, Disehat

    Tips Mengobati Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Tanpa Operasi

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Saat ini, orang tua penderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) boleh sedikit berlega hati, sebab PJB tertentu yang dulu satu-satunya cara pengobatan adalah dengan operasi, saat ini dapat diobati tanpa operasi. Prosedur ini dapat dilakukan di kamar kateterisasi jantung. Kelebihan dari metode tersebut adalah pasien bebas dari resiko operasi, lama rawat yang singkat dan tidak ada bekas atau jaringan parut di dada, sehingga secara kosmetik lebih baik dari operasi terutama pada wanita.

    Di beberapa negara yang sudah maju seperti Malaysia dan Australia tindakan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu dan sudah dipakai sebagai prosedur standar penanganan PJB tertentu. Di Malaysia misalnya, hingga saat ini sudah ratusan bahkan ribuan pasien dengan PJB diobati dengan cara tersebut.
    revolusiilmiah.com - Bayi dengan PJB tidak selalu harus dioperasi
    Bayi dengan PJB tidak selalu harus dioperasi. (Foto : freedigitalphotos)

    Kelainan Jantung yang Dapat Diobati Tanpa Operasi

    Menurut dr. Mulyadi M Djer, Sp.A (K) dari Divisi Kardiologi FKUI-RSCM Jakarta dalam Buletin IDAI, PJB yang sudah rutin ditutup tanpa operasi adalah Duktus Arteriosus Persisten (DAP), Defek Septum atrium (DSA) dan Defek Septum Ventrikel (DSV). Prosedur ini sudah dipakai sebagai prosedur standar untuk DAP dan DSA Tipe Sekundum. Prosedur lainnya adalah dilatasi balon pada Stenosis Pulmonal (SP) atau Stenosis Katup Aorta (SA), Balon Angioplasti pada Koartasio Aorta dan Implantasi Stent (Penyangga) pada duktus arteriosus pada kelainan jantung bawaan tertentu yang tergantung pada duktus arteriosus.

    1. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

    DAP merupakan PJB Non-Sianotik yang cukup banyak ditemukan. Selama dalam kehidupan dalam rahim, semua janin memiliki pembuluh darah ini, namun pada bayi normal, pembuluh darah ini akan menutup secara spontan dalam waktu 24 jam setelah lahir. Pada pasien dengan DAP, pembuluh darah ini tidak menutup oleh sebab yang belum diketahui dengan pasti. DAP sebenarnya berlokasi di luar jantung, yaitu menghubungkan aorta descenden dengan arteri pulmonalis kiri. Jika ukurannya cukup besar akan mengakibatkan beban volume pada jantung kiri dan dapat menyebabkan gagal jantung. Dulu sebelum intervensi kardiologi berkembang, DAP diobati di kamar operasi dengan mengikat pembuluh darah tersebut. Sekarang ini, dengan kemajuan teknologi, DAP dapat ditutup di kamar kateterisasi tanpa operasi dengan menggunakan alat, yaitu Gianturco coil atau Amplatzer Ductal Occluder (ADO). Alat tersebut terbuat dari metal yang didalamnya diletakkan Dacron untuk merangsang trombosis yang dapat menutup pembuluh darah tersebut. Alat ini dimasukkan lewat kateter dari vena femoralis.

    2. Defek Septum Atrium (DSA)

    DSA merupakan PJB tersering setelah DAP. Kelainan ini disebabkan akibat adanya defek (lubang) pada sekat/dinding atrium/serambi jantung. Sebagai akibatnya, darah dari atrium kiri yang seharusnya pergi ke ventrikel kiri, akan masuk ke atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan. Jika lubangnya cukup besar, DSA akan mengakibatkan beban volume di jantung kanan. Terdapat beberapa jenis DSA, yang tersering adalah DSA sekundum. Jenis ini dapat ditutup dengan alat yang disebut Amplatzer Septal Occluder (ASO). Alat ini juga dimasukkan lewat kateter dari vena femoralis.

    3. Defek Septum Ventrikel (DSV)

    DSV merupakan jenis kelainan bawaan non-sianotik tersering. Kelainan ini disebabkan karena adanya defek/lubang yang terletak pada septum/sekat ventrikel. Tergantung lokasinya, lubang ini ada yang terletak di bagian membran dari septum (DSV perimembran), di bagian muskular septum (DSV muskular) atau pada septum dekat aorta atau arteri pulmonalis (doubly committed DSV). Hingga saat ini, jenis DSV yang sudah rutin ditutup tanpa bedah adalah jenis DSV muskular.

    Dengan adanya metode kateterisasi, banyak pasien yang telah merasakan manfaat darinya. Semakin berkembang dan majunya teknologi kedokteran akan menciptakan metode-metode pengobatan yang lebih baik. Maju terus dunia kedokteran Indonesia. (OKW)

    Peneliti : Bunda Hamil Sebaiknya Konsumsi Cokelat

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Cokelat identik dengan ungkapan terima kasih, kasih sayang dan cinta. Cokelat berasal dari olahan biji kakao baik untuk makanan maupun minuman. Untuk makanan cokelat, pertama kali dikonsumsi oleh orang Mesoamerika, selain memiliki rasa yang lezat, ternyata cokelat juga sangat baik untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan seorang Bunda. Sehingga seorang Bunda disarankan untuk mengkonsumsi cokelat setiap hari. Benarkah demikian?


    revolusiilmiah.com - Coklat baik untuk Bunda hamil
    Cokelat baik untuk Bunda hamil. (Foto : freedigitalphotos)

    Studi Tentang Cokelat pada Bunda Hamil

    Sebuah kabar dari Pertemuan "The 2016 Pregnancy Meeting of The Society for Maternal-Fetal Medicine" di Atlanta, GA menyimpulkan bahwa dengan konsumsi 30 gram cokelat setiap hari selama masa kehamilan memiliki manfaat yang baik dalam tumbuh kembang sang janin.

    Hal tersebut membantah banyak dugaan bahwa seorang Bunda hamil sebaikya menghindari mengkonsumsi cokelat dengan alasan kandungan lemak, gula dan cafeinnya yang dapat mengganggu selama proses kehamilan.

    Dengan studi itu pula dapat menggambarkan betapa bermanfaatnya cokelat untuk Bunda hamil dalam konsumsi yang disarankan. Dalam cokelat sendiri mengandung Flavanol (Salah satu tipe dari Flavonoid) yang berkaitan dengan manfaat untuk mengurangi permasalahan jantung dan pembuluh darah serta menurunkan kadar kolesterol. Semakin gelap warna sebuah cokelat, maka semakin banyak flavanol nya.

    Manfaat lain yang didapatkan dari konsumsi cokelat selama kehamilan adalah menurunkan resiko preeklampsia. Kita mengetahui bahwa preeklampsia merupakan salah satu resiko tinggi pada kehamilan berupa peningkatan darah disertai dengan protien dalam urin. Dalam kondisi yang lebih parah, dapat menyebabkan eklampsia bahkan sampai kematian.


    Meskipun demikian, studi tentang hubungan konsumsi cokelat selama kehamilan dan preeklampsia masih terus dilakukan salah satunya oleh Dr. Emmanuel Bujold dari the Université Laval Québec City, Canada.


    Hubungan Cokelat Tinggi-Rendah Flavanol dan Janin pada Kehamilan

    Peneliti mengkaji 129 Bunda hamil dengan kehamilan antara 11-14 minggu. 

    Semua Bunda hamil diberikan 2 penanda (notch) pada arteri uterina/rahim pada index pulsatik doppler. Index tersebut adalah sebuah tes untuk mengukur rahim, plasenta serta aliran darah janin dan penanda (notch) merupakan sebuah indikator untuk resiko terkena preeklampsia, hipertensi dan hal kurang baik lainnya selama kehamilan.

    Selanjutnya, Bunda hamil tersebut secara acak mengkonsumsi 30 gram cokelat baik itu cokelat dengan rendah flavanol atau tinggi flavanol selama 12 minggu. Selanjutnya dilakukan pengukuran kembali arteri uterina dan dievaluasi sampai melahirkan.

    Hasil penelitian tersebut :
    1. Para peneliti mendapatkan bahwa tidak ada perbedaan kejadian preeklampsia, hipertensi kehamilan, berat plasenta dan berat janin pada Bunda hamil yang mengkonsumsi cokelat yang rendah flavanol dengan yang tinggi flavanolnya.
    2. Peneliti mengidentifikasi perkembangan yang signifikan pada arteri uterina antara kedua grup cokelat (rendah dan tinggi flavanol), sehingga menyimpulkan bahwa kedua cokelat tersebut sangat baik dan bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

    Salah seorang peneliti, Dr. Bujold bahkan mengatakan : "Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa cokelat memberikan efek positif pada perkembangan plasenta dan janin..." Meskipun demikian, mengenai masalah resiko preeklampsia beliau menjelaskan, "Kami tidak dapat memastikan secara detail mengenai efek cokelat terkait resiko preeklampsia dari studi tersebut karena pada studi tersebut semua Bunda mengkonsumsi cokelat. Namun, pada penelitian sebelumnya disampaikan bahwa disarankan untuk mengkonsumsi cokelat hitam selama kehamilan karena dapat membantu meningkatkan fungsi plasenta dan mengurangi resiko preeklampsia."

    "Pada penelitian selanjutnya, timnya akan meneliti tentang kaitan konsumsi cokelat dengan resiko preeklampsia dan gangguan hipertensi kehamilan lainnya." Tutup Dr. Bujold. (OKW)