Showing posts with label KEBANGKITAN NUSANTARA. Show all posts
Showing posts with label KEBANGKITAN NUSANTARA. Show all posts

Dibalik Kenakalan Remaja dan Solusinya

REVOLUSIILMIAH.COM - Saat ini, banyak terjadi kenakalan remaja tidak hanya di Indonesia tetapi dunia. Mulai dari sikap autis atau suka dengan kehidupan sendiri yang berlebihan, sampai melakukan tindak kejahatan baik ringan mapun berat. Kenakalan remaja adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara yang baik. Apa sebenarnya yang melandasi terjadinya kenakalan remaja terutama pelajar, baik dari sudut pandang remaja itu sendiri dan orang disekitarnya? Dan, apakah dengan hukuman yang diberikan, baik oleh Orang tua, Guru maupun Pihak terkait dapat menyelesaikan permasalahan tersebut? Berikut ulasannya.

Revolusi Ilmiah - Tawuran antar pelajar
Tawuran antar pelajar. (Gambar : info-kesehatan)

Iceberg Analogy

Saat berbicara tentang kenakalan dan perilaku buruk pelajar sekolah, kita bisa menggunakan "Iceberg Analogy", yaitu menyamakan perilaku pelajar dengan sebuah gunung es di lautan. Di balik kenakalan atau buruknya perilaku yang tampak di permukaan, ada latar belakang yang menjadi dasar mengapa seorang pelajar memilih untuk berperilaku buruk. Di sanalah, seringkali terdapat masalah yang jauh lebih kompleks daripada yang tampak di permukaan.

 Sikap dan perilaku pelajar pasti dilatar-belakangi oleh motivasi tertentu. Sebagai contoh, jika seorang pelajar memiliki keyakinan bahwa dia akan lulus apabila rajin belajar, keyakinan itu akan membawanya ke dalam perilaku rajin belajar. Sebaliknya, jika pelajar tersebut beranggapan bahwa dia tidak akan lulus meskipun belajar, atau dia pasti lulus meskipun tidak belajar, maka bisa dipastikan perilaku yang akan dia pilih adalah tidak belajar.

Dibalik Kenakalan Anak Didik

Rudolf Dreikurs, pendiri dan pimpinan the Community Child Guidance Center of Chicago, berpendapat bahwa "Seorang anak dengan perilaku bermasalah adalah anak yang kehilangan rasa percaya diri." Menurut Dreikurs, perilaku buruk pada anak didik disebabkan oleh adanya pemikiran yang salah bahwa dia merasa tidak menjadi bagian dalam kelompok, dan merasa keberadaannya tidak berarti.

Dalam usahanya untuk menemukan "tempat" dan makna eksistensi diri, pemikiran yang salah akan membawanya ke dalam sikap dan perilaku yang salah. Karena itu, sikap dan perilaku yang dipilihnya justru menimbulkan reaksi atau tanggapan yang berlawanan dengan apa yang diinginkannya. Ketika dia ingin menemukan "tempat" serta makna keberadaan diri, perilakunya yang salah justru menimbulkan reaksi penolakan dari orang lain, termasuk guru dan siswa lainnya.
Dalam konsepnya yang disebut Positive Discipline, Dreikurs mengidentifikasi bahwa ada 4 (empat) tujuan atau sasaran di balik kenakalan anak didik, yaitu perhatian, kekuasaan, balas dendam, dan keputus-asaan. Sebagai kompensasi terhadap kegagalan dalam pencarian jati diri, seorang anak akan berusaha mewujudkan keempat hal itu dalam berbagai perilaku yang buruk seperti, usil, suka mengganggu, kasar, semena-mena, suka mencari keributan dan berkelahi, memberontak dan tidak taat pada guru, hingga malas dan tidak mau belajar.

Mencari Solusi, Bukan Sekedar Menghukum

Revolusi Ilmiah - Bimbingan dari Orang tua
Bimbingan dari Orang tua. (Gambar : bimbingan)
Dengan memahami bahwa kenakalan pelajar hanyalah dampak dari pemikiran dan motivasi yang salah dalam menyikapi kegagalan pencarian jati diri, masihkah kita meyakini bahwa hukuman adalah cara efektif dalam menangani kenakalan pelajar? 

Hukuman seringkali hanya bersifat memaksakan perubahan perilaku, dan hampir tidak membantu anak didik untuk menemukan apa yang sedang dia cari, yaitu tempat dan makna eksistensi dirinya. Dalam banyak kasus, hukuman bahkan hanya memperparah kekecewaan dan keputus-asaan siswa terhadap sekolah.
Budaya suka menghukum dapat memperburuk kepercayaan anak didik kepada sekolah. Seorang pelajar yang melakukan pelanggaran dan merasa yakin akan dikenai hukuman cenderung untuk berbohong dan menuduh pihak lain sebagai penyebab. Sebaliknya, ketika dia merasa yakin bahwa dia akan dibantu atau dibimbing agar bisa menghentikan perilaku buruknya, maka dia akan jujur dan terbuka tentang latar belakang masalah yang sebenarnya. Hanya ketika anak didik jujur dan terbuka tentang masalah yang sedang dia alami, solusi efektif terhadap permasalahan yang sebenarnya akan bisa dicapai.
Hukuman dengan berbagai bentuknya, termasuk skorsing, mungkin bisa mengubah perilaku, tapi belum tentu mampu menyentuh kesadaran anak didik dan mengubah motivasi mereka ke arah yang positif. Hukuman harus disertai dengan tindakan korektif, termasuk konseling, untuk mengubah pemikiran yang keliru, dan mengarahkan mereka ke dalam pemikiran positif. Pemikiran yang positif akan menghasilkan motivasi yang baik dan secara otomatis akan mendorong pelajar untuk selalu berperilaku baik.
Bimbingan dan konseling yang tepat mampu mengeksplorasi dan menampung pemikiran serta perasaan anak didik, dan memberi peluang besar untuk membantu anak didik dalam memenuhi kebutuhannya terhadap tempat dan pengakuan eksistensi diri. Di sanalah kita bisa membantu siswa bermasalah untuk mengatasi permasalahan yang dialaminya. Ketika seorang anak sudah merasa nyaman dan menemukan tempat bagi dirinya, perilaku buruknya bisa dipastikan tidak akan timbul kembali.
Karena itu, persepsi bahwa setiap pelanggaran wajib dikenai hukuman harus dihilangkan dari dunia pendidikan, terutama sekolah. Pelajar bermasalah lebih membutuhkan bimbingan dan pertolongan daripada sekedar hukuman. Kita harus selalu ingat bahwa kenakalan pelajar timbul dari kegagalan mereka menemukan tempat dan makna bagi keberadaan dirinya. Pesan mereka sebenarnya jelas, bahwa mereka hanyalah anak-anak yang ingin menemukan tempat yang nyaman dimana keberadaan mereka diakui dan menjadi berarti.

Oleh karena itu, salah satu cara mengatasi kenakalan remaja adalah dengan pendekatan yang terus menerus kepada remaja secara baik, Mengarahkan dan Membimbing ke arah yang benar terutama oleh orang yang terdekat dengannya.

Sumber dan Gambar : 1
Editor : M-ANT

Jangan lewatkan:

6 Fakta Potensi Tambang Indonesia

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat. Pertambangan adalah suatu rangkaian kegiatan yang mengupayakan pencarian, penggalian, pengelolaan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (baik itu mineral, panas bumi, migas dan batu bara). Indonesia sebagai negara yang kaya akan bahan tambang/galian memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pertambangan ini. Banyak sekali perusahaan dalam negeri maupun asing yang mengembangkan bisnis pertambangan dengan salah satu tujuannya adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Potensi apa saja yang ada dalam bumi Indonesia terutama di bidang pertambangan ini, sehingga oleh Indonesia Mining Association (IMA), Indonesia menjadi negara ke-6 terbesar di dunia dalam hal pertambangan?

Revolusi Ilmiah - Tambang batubara
Tambang batubara. (Foto : ais-hc.com)

Potensi Tambang Indonesia

Berikut potensi tambang Indonesia yang dapat dijadikan kebanggaan Bangsa Indonesia dan untuk memakmurkan rakyat Indonesia.

1. Potensi batubara

Batubara di Indonesia sebenarnya hanya 0,5% dari cadangan batubara dunia, namun produksi batubara Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia, dengan produksi sebanyak 246 juta ton batubara. Selain itu juga, Indonesia menjadi menjadi eksportir batubara nomer 2 di dunia dengan jumlah 203 juta ton, dibawah Australia (252 juta ton), angka tersebut bahkan mengalahkan Tiongkok yang meskipun menjadi produsen terbesar batubara dunia namun hanya menempati peringkat ke-7 sebagai eksportir batubara (47 juta ton).


2. Potensi minyak dan gas bumi

Indonesia memiliki serangkaian hasil dari minyak dan gas bumi di skala Internasional. Peringkat 25 sebagai negara dengan potensi minyak (4,3 milyar barrel), peringkat 21 sebagai penghasil minyak mentah terbesar di dunia (1 juta barrel/hari), peringkat 13 sebagai negara dengan cadangan gas alam terbesar (92,9 triliun cubic feet), peringkat ke-8 negara dengan penghasil gas alam terbesar di dunia (7,2 tcf) dan peringkat ke-2 negara pengekspor LNG terbesar dengan 29,6 bcf. Disamping sebagai produsen dan pengekspor, ternyata Indonesia juga menjadi negara dengan konsumsi minyak dan gas bumi. Peringkat 24 pengimpor minyak (370.000 barrel/hari), peringkat 22 negara dengan pengkonsumsi mnyak (>1 juta barrel/hari), peringkat 18 negara pengkonsumsi gas alam (3,8 bcf/hari).

3. Potensi emas

Cadangan emas di Indonesia diperkirakan sekitar 2,3% dari cadangan emas dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia menempati peringkat ke-7 potensi emas terbesar di dunia, sedangkan dalam hal produksi emas, Indonesia menempati peringkat ke-6 dunia.

Revolusi Ilmiah - Tambang nikel
Tambang nikel. (Foto : jakartapress.com)

4. Potensi nikel

Tambang nikel di Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia, dengan produksi sebesar 8,6% produksi dunia. Untuk cadangan nikel sendiri, Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari seluruh cadangan nikel dunia.

5. Potensi tembaga

Cadangan tembaga Indonesia sebesar 4,1% dari cadangan tembaga dunia, menduduki peringkat 7 dunia. Namun dalam hal produksi tembaga, Indonesia menduduki peringkat ke-2 dunia, dengan 10,4% produksi dunia.

6. Potensi timah

Kebanggaan tambang Indonesia juga dapat kita lihat dari potensi timah. Untuk cadangan timah, Indonesia memiliki 8,1% cadangan timah dunia, atau peringkat 5 dunia, sedangkan produksinya mencapai 26% produksi dunia atau peringkat 2 dunia.

Demikian 6 potensi tambang Indonesia yang sudah digali maupun yang belum. Dengan potensi seperti itu seharusnya dapat menjadikan rakyat Indonesia lebih sejahtera. Semoga ke depan, bangsa yang kaya akan sumber daya alam ini dapat menjadi salah satu negara kaya di dunia, tidak hanya kaya akan sumber daya alam tapi betul-betul menjadi negara yang kaya, tenteran dan pusat dunia, seperti orang jawa bilang "Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Titi Tentrem Kertaraharja, Dadi Kiblating Dunya" yang artinya Suatu negeri yang kekayaan alam yang berlimpah, keadaannya tenteram, menjadi kiblat bangsa-bangsa di dunia. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Referensi 1

Menegakkan Hukum Tidak Sama Dengan Memurnikan Hukum

Revolusi Ilmiah - Jakarta. Di dalam kitab suci Al-qur’an TuHan memerintahkan hamba-Nya untuk menegakkan ‘Din’-Nya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa kata ‘tegakkan’ yang dimaksud mempunyai makna ‘memurnikan’. Sesungguhnya kata ‘tegakkan’ dan ‘Murnikan’ mempunyai dua arti yang sangat berbeda. Menegakkan artinya ‘mendirikan’ atau mengganti posisi yang semula rebahan/terlentang menjadi berdiri atau tegak lurus. Sedangkan kata ‘memurnikan’ mempunyai arti membersihkan sesuatu yang kotor atau menyaring/memilih intisari dari sesuatu yang sudah tercampur aduk.


Revolusi Ilmiah - Din adalah Hukum
Lantas mengapa TuHan memilih kata ‘tegakkan’ bukan ‘murnikan’ ? Apakah TuHan salah dalam memilih kata-kata? Atau perintah TuHan dalam Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi sehingga manusia harus merubahnya?

Mereka yang beranggapan bahwa kata ‘Din’ adalah agama dan ‘Din’ ini sudah tegak dan akan selalu tegak sejak zaman Muhammad, namun sekarang ‘Din’ ini sudah tidak semurni dulu lagi, tentu saja kata ‘tegakkan’ menjadi tidak cocok. Maka kata memurnikanlah lebih pas dengan kondisi ini. 

Tapi bagaimana dengan perkataan TuHan bahwa setiap umat ada ajalnya [QS Yunus (10):49]? Apakah ini tidak berlaku bagi umatnya Muhammad? Apakah Tuhan salah berbicara karena ternyata Din yang dulu dibangun Muhammad akan selamanya tegak? Dan sadarkah mereka bila kata ‘tegakkan’ dirubah menjadi ‘memurnikan’, esensinya pun akan ikut berubah: dimana ini menjadi perintah dari manusia kepada manusia dan bukan perintah dari TuHan kepada manusia?

Namun bila pengertian ‘Din’ bermakna ‘peraturan/hukum/undang-undang’ TuHan yang harus kita patuhi [lihat arti kata Din dalam: QS Yusuf (12):76, Qaf (50):32, Al-A’raf (7):163], maka kata ‘tegakkan’ yang berarti ‘mendirikan’ adalah persis seperti yang diperintahkan TuHan kepada manusia dalam Al-Qur’an. Karena memang semua undang-undang atau hukum atau peraturan itu memang harus selalu ditegakkan.

Din bukan agama karena TuHan itu tidak dimiliki oleh satu golongan agama tertentu saja. TuHan menciptakan semua manusia, apapun agamanya. TuHan maha esa (satu) dan Dialah raja bagi manusia, maka patuhilah semua perintah-Nya agar kita semua hidup sesuai dengan fitrahnya. Islam artinya ‘tunduk patuh/berserah diri’ bukanlah nama dari sebuah sekte atau golongan tertentu (agama). 

Semua Rasul mengajarkan ajaran yang sama, mereka bukan mengajarkan agama tapi mengajarkan ajaran sistem hidup yang tunduk patuh kepada TuHan dan sudah pasti aplikasinya harus melalui hukum-Nya. [Baca cerita Ibrahim di QS Al-Baqoroh (2):131] 

Bahkan banyak pemeluk agama Islam tidak tahu bahwa Isa/Yesus pun dahulu di utus TuHan untuk menegakkan Din-Nya (yaitu hukum Taurat yang sebelumnya diperjuangan oleh Musa). 

“Maka tatkala Isa/Yesus mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan ‘Din’ TuHan?” Sahabat-sahabatnya menjawab: “Kamilah penolong-penolong TuHan. Kami beriman kepada TuHan; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang berserah diri (Islam)” [QS ALi-Imran (3):52]

Revolusi Ilmiah - Gambaran Sistem
TuHan mengatakan bahwa ‘Din’-Nya tidak pernah berubah, bahkan Muhammad pun diperintahkan untuk menegakkan ‘Din’ yang sama, yang dulu dibawa oleh Ibrahim [QS ALi-Imran (3):95]. Apabila ‘Din’ diartikan agama maka perkataan TuHan di bawah ini menjadi salah. Namun bila ‘Din’ diartikan sebagai sistem hidup menggunakan hukum TuHan yang harus selalu ditegakkan, maka perkataan TuHan menjadi benar: “Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada ‘Din’Nya (peraturan/hukum-Nya). Tetaplah atas fitrah TuHan yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah TuHan. Itulah ‘hukum’ yang benar; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” [QS Ar-Rum (30):30]

Tapi syaitan selalu berusaha untuk memalingkan manusia dari TuHan. Kata ‘Din’ itu sendiri justru dirubah pengertiannya menjadi golongan agama atau sekte. Sehingga seluruh makna yang diperjuangkan oleh para rasul terdahulu menjadi sepertinya berbeda–beda agama atau bersekte-sekte. Padahal TuHan membenci manusia untuk bergolong-golongan atau bersekte-sekte:
“Yaitu orang-orang yang memecah belah ‘Din’ mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” [QS Ar-Rum (30):32]

Benarlah kata TuHan bahwa kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Maha benar TuHan dengan segala perkataan-Nya.

Penulis : Farah Bachtiar
Gambar 1, 2

Curahan Pikiran Petani Nusantara Part 1

Revolusi Ilmiah - Nusantara

Berikut akan kami tampilkan beberapa pikiran dari seorang petani nusantara yang selalu di update melalui Facebook dengan nama Revolusi Ilmiah.

Sesungguhnya Tuhan YME tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang yakin, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang ingkar mengatakan: "Apakah maksud Tuhan YME menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang salah jalan, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang salah jalan kecuali orang-orang yang fasik...
-----------
Ucapan yang Benar itu jika dapat memenuhi empat syarat yaitu :
a. Ucapan itu benar
b. Ucapan itu beralasan
c. Ucapan itu berfaedah
d. Ucapan itu tepat pada waktunya

-----------
"...Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
-----------
Tuhan telah menurunkan perkataan yang paling baik, yang serupa dan berulang-ulang, gemetar jiwa karenanya orang-orang yang takut kepada Pengaturnya, kemudian menjadi tenang jiwa dan pikiran mereka di waktu mengingat-Nya. Itulah petunjuk Tuhan YME, dengan ketetapan itu Dia memberi petunjuk siapa yang pantas mendapatkannya. Dan barangsiapa yang salah jalan, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.
-----------
1. Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
2. Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
3. Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
4. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
-----------
Pikiran Benar adalah pikiran yang bebas dari:
a. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian
b. Pikiran yang bebas dari kebencian
c. Pikiran yang bebas dari kekejaman

-----------
Sebagian manusia apabila ditimpa bahaya mereka berkeluh kesah kepada Tuhan, kemudian apabila Tuhan telah berikan kepadanya nikmat, mereka berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu kurang faham.

Gambar 1

Gunung Slamet Meletus, Jawa Terbelah?

Revolusi Ilmiah - Banyumas

Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi di Pulau Jawa, letaknya di perbatasan Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Brebes, Pemalang dan Tegal dari Provinsi Jawa Tengah. Gunung itu memiliki tinggi 3.400 meter lebih. Seperti halnya Gunung Merapi (gunung berapi lain yang ada di Provinsi Jawa Tengah), Gunung Slamet pun juga memiliki nilai mistis yang tinggi bagi sebagian orang jawa, khususnya jawa tengah.

Revolusi Ilmiah - Gunung Slamet meletus

Mitos Gunung Slamet

Aktivitas Gunung Slamet yang semakin menjadi, bahkan memancarkan letusan-letusan kecil membuat sebagian orang jawa terutama didaerah sekitar gunung khawatir. Pasalnya orang jawa yang meyakini nilai mistis Gunung Slamet akan berpendapat bahwa apabila Gunung Slamet yang biasanya adem ayem saja bisa sampai meletus maka Jawa akan terbelah. "Jare wong tuo, nek Gunung Slamet jeblug gede, iso mbelah jowo. Soale kan pancen seko geografise pas teng tengah-tengah laut pantai selatan karo utara." Ujar salah satu penduduk asli Banyumas. Arti bebasnya berikut : "Kata orang tua jaman dulu, apabila Gunung Slamet itu meletus besar, bisa membelah jawa. Karena memang dilihat dari segi geografis terletak di tengah-tengah laut pantai selatan dan utara".

Revolusi Ilmiah - Pulau jawa terbelah
Memang kalau dilihat dari segi geografis, Gunung Slamet terletak di tengah pulang jawa, bisa jadi apabila meletus dengan besar, jawa akan terbelah dua. Namun bisa jadi pula yang dimaksud terbelah bukan hanya secara fisik, tetapi terbelahnya kubu masyarakat yang ada di tanah jawa ini sehingga menimbulkan gejolak yang luar biasa hebatnya.

Itulah mitos dari salah satu gunung berapi di Jawa. Ada pepatah jawa mengatakan "Sak beja bejane wong lali, isih beja wong kang eling lan waspada." artinya "Seberuntung - beruntungnya orang yang lupa, masih lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada." Saran sekaligus anjuran untuk selalu ingat akan ajaran Tuhan dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Referensi 1
Gambar 1, 2