Showing posts with label KesehatanUmum. Show all posts
Showing posts with label KesehatanUmum. Show all posts

Mengenal nCoV-2019 Lebih Jauh dan Cara Pencegahannya

Add Comment
rebutanbalung.com - Sobat sehat, virus corona atau lebih akrab dengan nCoV-2019 yang sempat membuat heboh dunia, perlu dikenali sekaligus diwaspadai bersama. Namun, jika kita mengetahui seluk beluk virus ini serta bagaimana virus dapat menyerang dan dapat membahayakan bagi kita, kita akan lebih aware namun tidak panih yang berlebihan. Berikut penjelasannya.

Gambar 1. Kelelawar menjadi salah satu vektor penyebab penyebaran nCoV-2019.

Virus secara umum merupakan kuman yang akan lebih mudah mati jika berada di luar sel, artinya virus tersebut bakal gampang mati kalau keluar dari tubuh ke lingkungan bebas. Rentang waktu virus tahan di luar sel maksimal hanya 24 jam saja. Selain tempat, virus juga rentang dengan suhu tinggi serta virus akan mudah mati jika dieliminasi dengan air.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, kenapa ada virus "ganas" yang muncul di Wuhan ? Karena di Wuhan ada pasar yang jual hewan-hewan, semisal kelelawar. nCoV-2019 merupakan virus Zoonosis, yaitu virus yang asalnya dari hewan, seperti MERS, SARS, Flu burung. Diduga virus ini awalnya menyebar antara hewan ke manusia lalu selanjutnya dari manusia ke manusia. Meskipun demikian, penyebaran dari hewan ke manusia masih belum jelas alurnya.

Apa yang bisa kita petik dari fakta di atas? Bagi sobat yang mempunyai hewan peliharaan, hati-hati ya, selalu jaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan kamu.

nCoV-2019 merupakan jenis virus, bukan bakteri. Bedanya adalah :
Jika virus, ukurannya lebih kecil yaitu : 20-40 nm, tidak bisa berkembang biak atau memperbanyak diri tanpa sel inang.
Sedangkan bakteri, ukurannya antara 200 sampai 1000 nm, bisa berkembang biak sendiri, tidak membutuhkan sel inang untuk tumbuh.
Virus ini menyebar sangat cepat ke seluruh bagian dunia, namun tingkat kematiannya 2%, angka tersebut termasuk rendah jika dibandingkan dengan MERS yang hingga 34 %. Jadi, virus ini infeksius namun tidak mematikan. Adapun pasien yang terinfeksi yang meninggal mayoritas adalah pasien yang pada awalnya memang memiliki riwayat penyakit kronis lainnya.

Berdasarkan analisis terhadap 99 orang pasien terinfeksi, orang yang terkena virus ini rata-rata berumur 55 tahun dan memiliki kontak yang lama dengan pasar di Wuhan. Sehingga, jika sehat lalu terinfeksi, kemungkinan buat recovery nya tinggi.

Hasil gambar untuk coronavirus pathophysiology
Gambar 2. Patofisiologi nCoV-2019

Bagaimana caranya virus masuk ke dalam tubuh kita? Virus nCoV-2019 masuk ke sel kita karena "mahkota" nya dia cocok sama reseptor yang ada di sisi kita. Reseptor yang mengenali "spike" nCoV ini namanya reseptor ACE2. Reseptor ini banyak ditemukan di sel dalam sistem pernafasan kita, oleh karenanya virus ini menyerang sistem pernafasan kita. Namun demikian, ada kasus di Amerika bahwa pasien yang positif nCoV ini memiliki gejala bukan dari sistem pernafasan melainkan dari diare dan ternyata reseptor ACE2 juga ada di dalam sistem pencernaan. Oleh karena itu, gejalanya bukan hanya gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan saja, namun bisa juga gejala diare.

Lalu bagaimana cara mencegah dan mengatasi virus tersebut? Jaga dan tingkatkan imunitas tubuh kita, karena secara normal kalau ada virus masuk ke dalam tubuh kita, sel imun kita berperan sebagai "prajurit" yang akan berperang melawan virus tersebut. Supaya prajurit kita menang, kita harus jaga sistem imun kita menang, kita harus jaga sistem imun kita dengan cara menjaga kesehatan kita. Oleh karena itu, makan makanan sehat, bergizi dan olahraga penting banget buat bikin badan tetap bugar, jadi meminimalisasi kemungkinan kita buat sakit. Kesimpulannya bahwa jika virus masuk ke dalam tubuh kita saat tubuh kita sehat, kita bisa bertahan dan tidak sakit parah.

Oleh karenanya, dalam menghadapi nCoV ini, kita harus tetap waspada, namun janga panik. Tetap lakukan pencegahan yang bisa dilakukan, tapi jangan sampai ketakutan yang berlebihan. Sekian, jaga selalu kesehatan dan terima kasih.

Konsep Perkembangan Bahasa Seorang Anak

Add Comment
rebutanbalung.com - Sobat sehat, bahasa merupakan salah satu perkembangan yang perlu menjadi perhatian, dalam hubungannya seorang anak berkomunikasi dengan yang lain. Perkembangan bahasa yang buruk bisa menjadi salah satu indikator gangguan perkembangan seorang anak, sehingga pengenalan lebih dini gangguan tersebut serta intervensi yang sesuai dapat membantu mengatasi gangguan perkembangan tersebut.


Bayi baru lahir mampu menyatakan kebutuhan dan keinginannya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh orang lain, juga belum mampu memahami kata atau isyarat yang digunakan oleh orang lain. Ketidak berdayaan ini berkurang dengan cepat pada awal tahun kehidupan, pada waktu anak sudah dapat mengendalikan organ-organ tubuh yang diperlukan bagi berbagai mekanisme komunikasi.

Seperti halnya perkembangan yang lainnya, tahun-tahun pertama kehidupan sangat penting dalam perkembangan bicara anak. Landasan untuk perkembangan bahasa terletak pada masa kehidupan ini.

Definisi
Banyak orang yang mempertukarkan istilah bicara (speech) dengan bahasa (language), padahal kedua istilah tersebut tidaklah sama.
Bahasa adalah suatu sistem komunikasi yang digunakan dengan sukarela dan secara sosial disetujui bersama, dengan menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menyampaikan dan menerima pesan dari satu orang ke orang lain.
Bicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud.
Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti, termasuk ketrampilan visual (reading, sign language, language comprehension) dan auditory (listening comprehension).
Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk memproduksi simbol komunikasi, luaran ini dapat juga berupa visual (writing, signing) atau auditory (speech).
Perkembangan Bahasa Normal
Hemisfer kiri merupakan pusat kemampuan berbahasa pada 94% orang dewasa kinan dan lebih dari 75% pada orang dewasa kidal. Terdapat 3 area utama pada hemisfer kiri anak yang khusus untuk berbahasa, yaitu : area Broca, korteks motorik di bagian anterior dan area Wernicke di bagian posterior.

Kemampuan bahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak, karena kemampuan berbahasa sensitif terhadap keterlambatan atau kelainan pada sistem lainnya, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi dan lingkungan di sekitar anak. Menurut teori neuropsikolinguistik, berbahasa adalah interaksi yang kompleks antara fungsi otak (korteks serebri), semantik dan fragmantik, fonologi, grammar dan organ yang memproduksi suara. Bila salah satu mengalami masalah, akan terjadi gangguan bicara.

Untuk diagnosis gangguan bicara, kita harus mengetahui milestones perkembangan bicar ayang normal terlebih dahulu. Pengetahuan yang luas tentang perkembangan bahasa yang normal pada anak adalah mutlak apabila kita mencari/meneliti keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa.

Untuk menganalisis bahasa dan untuk mendefinisikan kelainan bahasa, sebagian besar para ahli bahasa membagi kemampuan berbahasa menjadi 4 bidang, yaitu : fonologi, tata bahasa/grammar, semantika dan pragmatika :
  1. Fonologi. Fonologi adalah kemampuan untuk memproduksi dan membedakan bunyi yang spesifik pada bahasa tertentu.
  2. Tata bahasa. Tata bahasa merupakan aturan-aturan pada bahasa tertentu. Anak mulai belajar tatabahasa bila mereka mulai belajar bicara tentang benda, orang dan aktivitas.
  3. Semantika. Semantika adalah belajar mengenai arti kata, termasuk tentang perbendaharaaan kata-kata dan jumlah kata-kata yang diketahui anak. Jumlah perbendaharaan kata-kata dapat menjadi prediktor terhadap kesuksesan anak di sekolah kelak.
  4. Pragmatika. Pragmatika berhubungan dengan kemampuan anak menggunakan bahasanya untuk berinteraksi dengan orang lain.
Tahapan Perkembangan Bahasa
Terdapat 5 tahapan perkembangan bahasa pada anak menurut Berry MF tahun 1973 :
1. Reflektive vocalization2. Babbling3. Lalling4. Echolalia5. True Speech


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar bicara diantaranya :

1. Persiapan fisik untuk berbicara
2. Kesiapan mental untuk berbicara
3. Model yang baik untuk ditiru
4. Kesempatan untuk berpraktik
5. Motivasi
6. Bimbingan
Demikian, konsep perkembangan bahasa pada seorang anak yang mana kita perlu mengetahui tahapan-tahapan yang dilalui dalam perkembangan bahasa seorang anak serta hal-hal yang perlu "dipersiapkan" dan diperhatikan dalam tahap perkembangan bahasa tersebut.

Perkembangan Personal Sosial Seorang Anak

Add Comment
rebutanbalung.com - Sobat sehat, setelah kita mengetahui perkembangan anak dalam bidang kognitif dan motorik, kita perlu tahu juga bagaimana perkembangan anak di bidang personal sosialnya, karena kemampuan personal-sosial seorang anak tidak selalu sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai personal sosial anak.


Manusia adalah makhluk sosial. Mereka mencari pengalaman dalam lingkungan sosial dan berinteraksi dengan yang lain. Pada akhir tahun pertama kehidupan, manusia memperoleh banyak pengalaman dalam perkembangan personal dan sosial.

Perkembangan Personal
Pada awal kehidupannya, seorang anak mula-mula masih bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan semakin meningkatnya kemampuan melakukan gerakan motorik dan bicara, anak terdorong untuk melakukan sendiri berbagai hal. Orang tua harus melatih usaha kemandirian anak. Perkembangan personal meliputi berbagai kemampuan yang dikelompokkan sebagai : kebiasaan (habit), kepribadian, watak dan emosi.
  1. Kebiasaan (habit). Kebiasaan dibagi menjadi kebiasaan makan, tidur, kontrol sfingter dan berpakaian.
  2. Kepribadian (personality). Kepribadian adalah aspek pada seseorang yang unik untuk setiap individu dan berbeda sejak lahir. Kepribadian mempunyai struktur yang menarik untuk suatu keadaan yang menyenangkan dari insting dasar.
  3. Watak (temperament). Watak mencerminkan karakteristik gaya emosional anak dan respons tingkah laku terhadap berbagai situasi. Ini ditentukan oleh faktor genetik dan dimodifikasi oleh lingkungan.
  4. Emosi (emotions). Emosi adalah perubahan dalam arousal level, yang ditandai oleh perubahan fisiologis seperti denyut jantung atau frekuensi nafas. Perubahan tersebut menyebabkan peningkatan kemampuan mandiri dan bersosialisasi yaitu perasaan mengerti terhadap orang lain, serta belajar menunggu untuk keadaan yang menyenangkan. Beberapa emosi yang mengalami perkembangan adalah menangis, tersenyum dan tertawa, cemas, rasa iri, marah dan menyerang.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial merupakan perkembangan kemampuan anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Mula-mula anak akan mengenal orang yang paling dekat dengan dirinya, yaitu ibunya, selanjutnya orang-orang yang serumah. Bayi dikelilingi oleh suatu jejaring sosial. Proses sensori yaitu proses untuk berinteraksi dengan lingkungan dipengaruhi oleh kebutuhan sosial bayi. Kedekatan atau ikatan bayi pada orang dewasa adalah subjek menuju fase-fase perkembangan.
  • Tahap-tahap kedekatan (attachment). Saat ketrampilan perseptif visual dan auditori mulai matur, umumnya terjadi suatu fenomena misalnya : Suara dan wajah ibu secara bertahap dibedakan oleh bayi. Bayi bisa membedakan suara ibunya dari suara orang lain.
  • Kedekatan sosial. Kedekatan sosial dibagi 2, yaitu : Kedekatan sosial dengan anak-anak dan kedekatan sosial dengan orang dewasa
  • Kedekatan dengan benda mati. Kedekatan dengan benda mati seperti mainan yang enak dipeluk adalah suatu tahap perkembangan yang penting yang mencerminkan transisi antara realitas internal dan eksternal.
Milestone perkembangan personal-sosial lebih bervariasi daripada perkembangan motorik dan kognitif, karena perkembangan personal-sosial lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan (pengasuhan).

Demikian perkembangan personal-sosial pada Anak, dengan memahami dan melakukan screening sedini mungkin perkembangan tersebut, diharapkan gangguan perkembangan personal-sosial dapat dicegah.

Konsep Perkembangan Motorik

Add Comment
rebutanbalung.com - Sobat sehat, pada bahasan kali ini, kami akan membahas masalah perkembangan motorik pada anak. Bagaimana prinsip perkembangannya dan milestone perkembangan motorik akan dibahas dibawah ini.


Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi dan otot. Kontrol pergerakan ini muncul dari perkembangan refleks-refleks yang dimulai sejak lahir. Anak menjadi tidak berdaya sampai perkembangan ini muncul.

Perkembangan motorik mencerminkan mielinisasi pada traktus kortikospinal, traktus piramidal dan traktus kortikobulbar. Perkembangan motorik dibagi menjadi 2, yaitu perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar melibatkan otot-otot besar, meliputi perkembangan gerakan kepala, badan, anggota badan, keseimbangan dan pergerakan. Sedangkan motorik halus adalah koordinasi halus yang melibatkan otot-otot kecil yang dipengaruhi oleh matangnya fungsi motorik, fungsi visual yang akurat dan kemampuan intelek nonverbal.

Prinsip Perkembangan Motorik
Terdapat 5 prinsip perkembangan motorik, yaitu :
1. Perkembangan motorik tergantung pada maturasi saraf dan otot. Perkembangan aktivitas motorik yang berbeda, sejalan dengan perkembangan area sistem saraf yang berbeda.
2. Belajar keterampilan motorik tidak bisa terjadi sampai anak siap secara matang. Tidak ada gunanya mencoba mengajarkan gerakan keterampilan anak sebelum sistem saraf dan otot berkembang dengan baik.
3. Perkembangan motorik mengikuti pola yang dapat diprediksi. Perkembangan motorik mengikuti arah hukum perkembangan. Arah perkembangan anak berlangsung secara sefalokaudal dan proksimodistal, yakni perubahan dari gerakan menyeluruh menuju aktivitas yang spesifik.
4. Pola perkembangan motorik dapat ditentukan. Anak akan belajar duduk sebelum belajar berjalan dan tidak mungkin arahnya dibalik.
5. Kecepatan perkembangan motorik berbeda untuk setiap individu. Perkembangan motorik mengikuti suatu pola yang sama, tetapi umur untuk mencapai tahap-tahap perkembangan tersebut berbeda untuk setiap individu.

Milestone Perkembangan Motorik Kasar
Berikut milestone perkembangan motorik kasar menurut Lipkin tahun 2009 :
Secara berututan mulai dari kemampuan motorik kasar -- Umur rata-rata (Bulan) -- Red Flag (Bulan)
1. Berguling dari telungkup ke terlentang -- 3,6 Bulan -- 6-8 Bulan
2. Berguling dari telentang ke tengkurap -- 4,8 Bulan -- 9 Bulan
3. Duduk disokong -- 5,3 Bulan -- 6 Bulan
4. Duduk tanpa disokong -- 6,3 Bulan -- 8-10 Bulan
5. Merayap -- 6,7 Bulan
6. Duduk dari posisi berbaring -- 7,5 Bulan
7. Merangkak -- 7,8 Bulan -- 12 Bulan
8. Berdiri berpegangan dari posisi duduk -- 8,1 Bulan -- 12 Bulan
9. Berjalan pegangan meja (merambat) -- 8,8 Bulan
10. Jalan tanpa berpegangan -- 11,7 Bulan -- 15-18 Bulan
11. Jalan ke belakang -- 14,3 Bulan
12. Berlari -- 14,8 Bulan -- 21-24 Bulan

Milestone Perkembangan Motorik Halus
Berikut milestone perkembangan motorik halus menurut Lipkin tahun 2009 :
Secara berututan mulai dari kemampuan motorik kasar -- Umur rata-rata (Bulan) -- Red Flag (Bulan)
1. Tidak mengepal -- 2,7 Bulan -- 4 Bulan
2. Memainkan jari-jemari ke arah garis pertengahan tubuhnya -- 3 Bulan
3. Memindahkan benda melewati garis pertengahan tubuhnya -- 4,1 Bulan -- 6-8 Bulan
4. Menggenggam dengan seluruh tangan -- 4,7 Bulan
5. Overhand raking grasp -- 5,7 Bulan
6. Menjimpit dengan 3 jari -- 7,8 Bulan
7. Memilah-milah dengan jari -- 9,4 Bulan
8. Menjepit dengan 2 jari -- 9,9 Bulan -- 12 Bulan
9. Melepaskan objek sesuai keinginan -- 11 Bulan-15 Bulan
10. Membuat bentuk titik-titik dengan krayon -- 11,5 Bulan
11. Memasukkan 10 kubus ke dalam gelas -- 16 Bulan
12. Mencorat-coret -- 17,5 Bulan
13. Menumpuk 3 kubus ke atas -- 21,3 Bulan - 24 Bulan
14. Membangun rangkaian balok secara horisontal -- 22,3 Bulan
15. Membangun jembatan dengan 3 kubus -- 31,1 Bulan
16. Menggambar lingkaran -- 32,6 Bulan
17. Menggambar orang dengan kepala ditambah 1 bagian tubuh lainnya -- 35,7 Bulan 

Keterangan : Red Flag adalah batasan umur pencapaian tahap perkembangan anak yang mengkhawatirkan jika pada umur tersebut, anak belum mampu mencapai tahap perkembangan tersebut.

Demikian, sekilas tentang perkembangan motorik pada anak, untuk lebih lengkap dan jelasnya, silakan disimak penjelasan dalam video youtube kami. Jika ada hal yang kurang jelas, silakan disampaikan dalam kolom komentar. Terima kasih.


Perkembangan Kognitif Anak

Add Comment
rebutanbalung.com - Sobat sehat, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang perkembangan kognitif pada anak, perkembangan kognitif tentu saja sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan otak serta tahap-tahap perkembangannya, dan tentu saja sebagai seorang yang ingin mengoptimalkan kognitif seorang anak, perlu mengetahuinya dengan jelas.


Seorang anak dapat tumbuh sehat dan cerdas karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor genetik, nutrisi dan stimulasi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang janin dan anak, terutama otaknya. Nutrisi yang penting tersebut diantaranya : LCPUFA (Long-chain polyunsaturated fatty acids) seperti AA (Arachidonic acid) dan DHA (decosahexaenoic acid), kolin, taurin, iodium dan zat besi.

Pertumbuhan Otak Anak
Otak manusia mengalami pertumbuhan pesat sejak masa di dalam kandungan sampai beberapa bulan setelah lahir. Pertumbuhan otak tercepat terjadi pada trimester ketiga kehamilan sampai 2 tahun pertama setelah lahir. Pada masa ini, terjadi pembelahan sel-sel otak yang pesat, setelah itu pembelahan melambat dan terjadi pembelahan sel-sel otak saja, sehingga pada waktu lahir berat otak bayi 1/4 berat otak dewasa, tetapi jumlah selnya sudah mencapai 2/3 jumlah sel otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, ukuran otak anak sudah mencapai 80% dari ukuran otak orang dewasa, selanjutnya otak akan terus berkembang setelah umur 2 tahun dengan perkembangan yang lebih lambat.

Masa pesat perkembangan jaringan otak adalah masa yang rawan. Setiap gangguan pada masa itu akan menyebabkan gangguan jumlah sel otak dan mielinisasi yang tidak bisa dikejar lagi pada masa pertumbuhan berikutnya.

Tahap-tahap Perkembangan Kognitif (Piaget)
Menurut Jean Piaget, terdapat 4 tahap perkembangan kognitif seseorang :

  1. Tahap Sensorimotor (0-24 Bulan). Pada tahap ini, seorang anak memahami dunianya melalui gerak dan inderanya, serta mempelajari permanensi objek.
  2. Tahap Praoperasional (2-7 Tahun). Selama tahap ini, anak memiliki kecakapan motorik, proses berfikir anak-anak juga berkembang, meskipun mereka masih dianggap "jauh" dari logis.
  3. Tahap Operasional Konkret (7-11 Tahun). Pada tahap operasional konkrit ini, anak mulai berfikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkrit, proses berfikir menjadi lebih rasional, matang dan seperti dewasa atau lebih operasional.
  4. Tahap Operasional Formal (Mulai umur 11 Tahun). Pada tahap ini, anak telah berkembang penalaran abstrak dan imajinasi pada anak. 
Selanjutnya, tahap-tahap tersebut akan dijabarkan dalam milestone perkembangan kognitif anak yang berdasarkan pada umurnya. Mulai umur 0-3 bulan, 3-6 bulan, 6-9 bulan, 9-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan, 24-36 bulan, 36-48 bulan, 48-60 bulan, 60-72 bulan, dimana pada masing-masing milestone tersebut seorang anak memiliki pola yang hampir sama, meskipun dalam praktiknya bisa berbeda.

Untuk lebih jelasnya, silakan mendengarkan video channel youtube kami di bawah ini. Terima kasih.



Info Berbagai Penyebab Warna Gigi Bisa Berubah dan Tips Memutihkan Gigi

Add Comment

Gigi merupakan salah satu keindahan dalam diri seseorang. Kebersihan gigi dan mulut turut mempengaruhi penampilan seseorang. Dengan kondisi gigi yang putih dan bersih serta bebas halitosis alias bau mulut, seseorang pastinya akan lebih percaya diri. Namun, beberapa orang ada yang minder karena giginya justru berwarna kuning atau bahkan menghitam.

Menurut Prof Dr Lindawati S.Kusdhany, drf., Sp.Pros(K), perubahan warna pada gigi bisa disebabkan berbagai faktor misalnya noda akibat konsumsi teh, kopi, rokok, ada kelainan email, dan pengaruh obat yang dikonsumsi saat pembentukan email.

Terkait konsumsi obat, beberapa obat tertentu yang diminum tanpa pengawasan dokter seperti antibiotik golongan tetrasiklin yang diminum saat masa pertumbuhan bisa mengakibatkan perubahan warna gigi lebih gelap atau diskolorasi. Warna gigi yang menghitam juga bisa disebakan karena penyakit terkait email dan dentin, salah satunya infeksi yang dialami ibu saat mengandung dan mempengaruhi pertumbuhan email pada gigi janin.

Tips Memutihkan Gigi

Mendapatkan gigi yang putih tidak harus dilakukan dengan cara yang mahal. Berikut 20 langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kilau putih alami gigi Anda :

1. Hindari kopi dan soda berlebihan
Kopi dan soda dapat menyebabkan noda kuning pada gigi. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi kopi dan soda secara berlebihan. Keduanya tidak hanya buruk untuk kesehatan, tetapi juga untuk kilau gigi Anda.

2. Sikat gigi minimal 2 kali sehari
Menyikat gigi sangat penting dan sebaiknya dilakukan minimal 2 kali sehari. Menyikat gigi dapat menghilangkan plak dan bakteri yang menempel dan dapat menodai gigi Anda.

3. Makan buah-buahan
Buah-buahan berserat bertindak sebagai ‘sikat gigi alami’. Jeruk merupakan penghilang noda alami karena membuat mulut untuk menghasilkan air liur lebih banyak. Air liur ini membantu membersihkan dan memutihkan gigi. Buah-buahan yang kaya vitamin C seperti stroberi dan kiwi juga dapat memperkuat gusi. Selain itu, apel dan pir juga berguna karena memiliki kandungan air yang tinggi.

4. Flossing
Banyak orang yang khawatir terhadap flossing karena takut gusinya berdarah. Namun, jika dilakukan dengan hati-hati, flossing dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan menghindari munculnya noda pada gigi.

5. Konsumsi produk olahan susu, keju dan yoghurt
Produk olahan susu dapat menurunkan risiko penyakit gusi dan membantu mempertahankan lapisan email atau putih alami pada gigi. Selain itu, keju yang berstruktur keras seperti cheddar lebih efektif dalam membersihkan dan memutihkan gigi dibandingkan keju berstruktur lembut.

6. Makanlah biji wijen dan biji bunga matahari
Biji wijen dapat menghancurkan plak dan membantu menjaga lapisan email pada gigi. Biji wijen juga kaya akan kalsium, yang membantu melestarikan tulang di sekitar gigi dan gusi. Sedangkan biji bunga matahari dapat mencegah bau mulut.

7. Gunakan sedotan saat minum
Menggunakan sedotan dapat mencegah gigi menjadi bernoda. Hal ini karena dengan sedotan, minuman yang berwarna akan tertelan tanpa menyentuh bagian dalam gigi.

8. Tambahkan sayur-sayuran dalam menu
Sayuran yang kaya akan vitamin A seperti brokoli, wortel, dan labu membantu pembentukan lapisan email pada gigi.

9. Gunakan campuran lemon dan garam
Campuran lemon dan garam akan membuat gigi berkilau. Sebab, lemon mengandung asam sitrat dan menambahkan garam membuatnya bekerja lebih baik. Untuk mendapatkan gigi putih alami, sikat gigi secara teratur dengan campuran ini.

10. Ganti sikat gigi setiap 2 bulan
Kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga kilau alami gigi. Setelah digunakan beberapa lama, bulu sikat gigi menjadi keras. Hal ini dapat merusak lapisan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi bernoda.

11. Jaga asupan kalsium Anda
Asupan kalsium yang cukup dapat membantu memperkuat dan menjaga tekstur gigi.

12. Beri jarak sikat gigi minimal 6 meter dari toilet
Meskipun terdengar aneh, hal ini sangat disarankan untuk menghindari partikel udara yang dihasilkan dari proses penyiraman atau flush. Melakukan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan menghindari kerusakan pada gigi.

13. Kunjungi dokter gigi secara teratur
Wajib untuk mengunjungi dokter gigi jika ingin memiliki gigi yang sehat. Orang-orang yang tidak pernah kontrol ke dokter gigi memiliki kondisi gigi lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang kontrol secara teratur.

14. Melakukan perawatan pemutihan
Perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi yang sudah ahli. Tindakan ini dapat dilakukan pada kasus noda pada gigi yang parah dan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan rumah.

15. Gunakan pasta gigi mint
Pasta gigi dengan kandungan mint di dalamnya telah terbukti membantu pemutihan gigi. Walaupun tidak instan, namun telah menunjukkan hasil yang positif.

16. Cari riwayat noda gigi dalam keluarga
Banyak orang yang memiliki noda pada gigi beralasan bahwa hal tersebut didapat karena keturunan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mengunjungi dokter gigi dan mencari apa penyebab noda dan pengobatan yang tepat untuk gigi Anda.

17. Hindari antibiotik dosis tinggi
Antibiotik dosis tinggi dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Jadi, perlu diketahui untuk menghindari asupan antibiotik jika memang tidak terlalu perlu.

18. Jika perlu, gunakan sikat gigi elektrik
Dengan sikat gigi manual, orang kadang-kadang menyikat terlalu keras. Ini dapat menyebabkan erosi pada gusi dan dapat meningkatkan keausan gigi. Menggunakan sikat gigi elektrik akan membantu Anda menghindari masalah ini dan terbukti bermanfaat dalam menjaga putihnya gigi.

19. Menggunakan perawatan pemutih gigi
Perawatan pemutih gigi terbukti membantu menjaga putihnya gigi. Konsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui merek yang paling aman dan tidak memiliki efek samping.

20. Perhatikan metabolisme Anda
Metabolisme yang tidak benar juga menyebabkan perubahan warna pada gigi. Perubahan ini dapat dilakukan dengan memperbaiki kebiasaan makan, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres yang ekstrem.
.

Diedit dari health.detik.com dan flexmedia.co.id
Picture from flexmedia.co.id and planetsehat.com
#gigi