Showing posts with label Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Hidroponik. Show all posts

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat
Kini Hidroponik sangat digemari masyarakat, terkhususnya bagi wilayah perkotaan yang tidak mempunyai lahan yang dapat diolah menjadi pertanian. Hidroponik adalah solusi bagi masyarakat kota untuk mencicipi bagaimana cara bertani tanpa harus menuju kelahan pertanian. 

Revolusi Ilmiah
Sebelum Anda mencoba untuk berhidroponik, ada baiknya mengetahui lebih lanjut apa itu hidroponik dan yang paling penting seperti apa keuntungan dan kekurangannya. Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah, yang dimana tanah sebagai kebutuhan nutrisinya tanaman diganti dengan beberapa jenis media tanam baru hasil pengamatan masyarakat sekitar dan dunia internasional. 

Berikut kami sherkan beberapa kelebihan dan kekurangan Hidroponik,

keuntungan  hidroponik 

- tanaman tumbuh lebih cepat,
-  pemakaian pupuk lebih hemat,
- pemakaian air lebih efisien,
- tenaga kerja yng diperlukan lebih sedikit,
- lingkungan kerja lebih bersih,
- hara dan pH lebih teliti,
- masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi

Kekurangan Hidroponik

- modal awal yang relatip mahal
- ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit,
- memerlukan keterampilan khusus untuk meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.
Demikianlah kelebihan dan kekurangan bersistem cocok tanam tanpa tanah atau hidroponik. Semoga bermanfaat. Ayo Beralih Profesi Menjadi Petani. (Bent)

Gambar : klik

Uji Coba Pertama Bertani Hidroponik Sukses. Mau Tipsnya???


Revolusi Ilmiah - Salam Sehat
Sudah lama penulis tidak memposting artikel tentang hidroponik. Untuk itu kali ini penulis memosting artikel mengenai pertanian sistem hidroponik. Bagi Anda yang belum tahu Apa itu hidroponik, silahkan arahkan kursor ke menu "pertanian" dan klik "hidroponik".

Kali ini saya akan memberikan info mengenai mudahnya bertani dengan sistem hidroponik. Info ini datang dari rekan penulis yang bernama Sigit Swandito. Dalam kesibukan karirnya sebagai aktifis organisasi terdahsyat didunia akherat (hehehe). Bapak satu anak ini menyempatkan diri untuk belajar dan mencoba bertani dengan media tanam tanpa tanah, atau yang biasa dikenal sebagai hidroponik. Uji coba pertama tersebut, menggunakan perpaduan sistem roocwool dan wick.

Penulis sendiri sangat tertarik dengan pertanian hidroponik. Namun sayang, dikarenakan banyak kendala yang dihadapi, penulis belum sempat untuk melakukan eksperimen sendiri (hehehe capek dehhh).

Kala itu penulis sempat melakukan peninjauan ke kediamannya (waduh bahasanya "peninjauan" kayak Pak Presiden saja, hahaha). Dalam peninjauan tersebut, penulis berbincang - bincang secara intens mengenai hidroponik yang sedang di uji coba kan. Secara jujur sih, saat itu penulis meragukan keberhasilannya (hihihi). Dalam artian, apakah iya tanaman sawi itu bisa tumber kembang dengan baik??? Yang mana dalam uji coba pertama tersebut, dipilihlah jenis tanaman sayuran sawi yang prosentase bisa hidupnya cukup bagus. 

Setelah rentan waktu beberapa minggu. Penulis mendapat informasi mengenai hasil uji coba dari hidroponik itu terbilang sukses. Ya hasil tumbuh kembang sayuran sawinya cukup bagus. Ketika penulis bertemu dengan beliau, langsung melontarkan pertanyaan. "Bung bagaiman hasil hidroponiknya???" Jawab dengan penuh percaya diri, "Wah sudah didalam perut, dah dimasak". Kalau tidak salah begitulah kira - kira jawabannya (hehehe).

Lantas bagaimana sih cara beliau bisa sukses dalam berhidroponik??? Ini dia bocorannya, khusus penulis berikan untuk Anda, simak yah....

Tahapan Cara Hidroponik


1. Beliau menggunakan perpaduan sistem rockwool dan wick. Untuk itu persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

2. Semai terlebih dahulu biji tanaman dengan menggunakan sistem rockwool. (Sebaiknya diatur dengan rapi).

3. Biji yang sudah di semai dalam tempat rockwool tersebut, kemudian di masukan kedalam plastik atau ditutup apa saja. Bisa juga di taruh di tempat yang tidak terkena sinar matahari, karena fungsinya sendiri untuk menghalangi sinar matahari masuk mengenai biji tersebut. Ini dilakukan kurang lebih selama 2 hari.
4. Setelah biji terlihat sprout out, atau boso medok e "mletek" (hihihi).baru biji di kenakan sinar matahari langsung dari jam 6 - jam 11. hal ini dilakukan selama 1 minggu.

5. Persiapakan wadah untuk menampung air dan nutrisinya. (sesuai kebutuhan, yang di uji cobakan kurang lebih 40 x 20 cm).

6. Untuk penutupnya menggunakan sterofom. ( potong sesuai wadah penampung dan potong melingkar disesuaikan dengan diameter net pot)

7. Setelah benih mulai tumbuh, langkah selanjutnya adalah masukan biji tersebut kedalam net pot. Sebelumnya net pot di beri media tanam dan sumbu (wick) yang fungsinya untuk menyerap nutrisi didalam air. Nah sekarang menggunakan sistem wick atau sumbu. 

8. Net pot kemudian di taruh diatas penyangga sterofom dan di taruh diatas wadah penampun air yang sudah di campur dengan nutrisi AB Mix. 

9. Tunggu perkembangan tanaman, biasanya untuk sawi kurang lebih cukup 60 hari bisa di panen. Selain menunggu perkembangan hal penting yang harus Anda lakukan adalah pemberian nutrisi AB Mix secara berkala.

Nutrisi adalah pengganti pupuk, dalam hidroponik terdapat 2 jenis nutrisi yaitu A dan B Mix. Keduanya harus dicampurkan dengan air. 

Berikut Takaran Nutrisi Yang Baik


1. Minggu 1-2 : Komposisi takarannya dengan perbandingan 3:3:1 (ket : 3 ml nutrisi A, 3 ml nutrisi B, 1 ltr air).

2. Minggu 2-4 : Perbandingannya 5:5:1 (keterangan sama).

3. Minggu 4-6(panen) : Perbandingannya 7:7:! (keterangan sama).

Nah itu tadi cara bertani dengan sistem hidroponik. Eitsssss jangan lupa ada 3 hal yang harus Anda ketahu agar hasil lebih maksimal. Ada kiat - kiat khusus yang harus Anda perhatikan.

Inilah kiat - kiat sukses ala Sigit Swandito,


1. Sabar
Segala sesuatunya memang membutuhkan yang namanya kesabaran dan sikap pantang menyerah. Yang memang harus ditanamkan dalam diri untuk menghasilakan sesuatu yang dinanti - nanti.

2. Telaten
Melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan tanaman yang sedang di uji cobakan. Sehingga sedini mungkin dapat mengambil tindakan yang tepat dan benar.

4. Dalam Perawatan Dianggap Seperti Anak Sendiri.
Nah betapa sayangnya beliau terhadap tanaman hidroponik tersebut, sehingga menganggapnya sebagai anaknya sendiri (hehehe). Memang semuanya jika dilakukan dengan kesenangan hati. Pastilah hasilnya akan maksimal. Memperlakukan Objek uji coba dengan kasih sayang dan memberikan dengan perawatan yang terbaik agar hasilnya memuaskan.

Ya itu tadi 3 kiat - kiat sukses yang memang terasa sangat umum sekali (hihihi), namun jangan sangka, hal tersebut akan menjadi khusus apabila Anda mau untuk mengaplikasikannya.

Dari hasil uji coba pertama berhasil, maka selanjutnya Pak Sigit ini mau uji coba lagi, namun dengan sistem yang berbeda yaitu sistem fertigasi dengan tanaman yang dipilih tomat. Ok kita nantikan untuk uji coba yang keduanya. Semoga kembali menuai keberhasilan.

Kalimat terakhir dari penulis : Ayo bertani, karena dunia membutuhkan petani. Jika Anda ingin dibutuhkan dunia maka beralihlah profisi menjadi petani. Ayo Beralih Profesi Menjadi Petani.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Yang Bersifat Organik

Add Comment
Revolusi Ilmiah - Pertanian Hidroponik
Revolusi Ilmiah - Salam Sehat Pertanian
Anda pecinta tanaman organik sekaligus hidroponik? mungkin postingan ini bisa membantu anda dalam menjalankan hobi atau mungkin menjadi pekerjaan anda tersebut. Postingan kali ini di kutip dari gerbangpertanian.com, yang menjelaskan tentang bagaimana cara membuat nutrisi hidroponik yang bersifat organik.

Hidroponik kini mulai populer di kalangan masyarakat dewasa ini. Sistem bercocok tanam dengan media tanpa tanah tersebut mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian, terkhususnya di perkotaan. Sedangkan Organik sendiri adalah Sistem pertanian yang mengedepankan akan ramah lingkungan, sehingga dalam prosesnya menghindari hal - hal yang berbau produk kimia.

Berikut Cara Pembuatannya:


Bahan yang dibutuhkan :
  1. 300 kg kotoran kambing
  2. 500 kg jerami
  3. 100 kg arang sekam
  4. 100 kg dedak/ bekatul
  5. 300 gr belerang
  6. 17 kg daun lamtoro/ kacang-kacangan
  7. 6 kg daun sirsak
  8. 2,5 kg tetes/ gula
  9. 1 lt Em4/ mikroorganisme
  10. Air bersih secukupnya
Alat-alat yang digunakan :
  1. Water toren atau terpal sebagai wadah
  2. Aerator 45 lt/ menit dan selangnya
Cara Pembuatan :
  1. Cincang daun lamtoro dan daun sirsak
  2. Masukkan semua bahan ke dalam water turen atau terpal yang sudah dibentuk bak
  3. Masukkan air bersih hingga kondisi macak-macak
  4. Beri udara dengan aerator hingga terjadi fermentasi aerob
  5. Biarkan selama 30 hari
  6. Ambil airnya dengan cara di saring
Cara Penggunaan :
  1. Ambil larutan bagian atas yang tidak ada endapannya.
  2. Cairan hasil fermentasi di encerkan dengan perbandingan 1 : 10 (10 bagian air dan 1 bagian poc)
  3. Gunakan larutan ini untuk penyiraman atau nutrisi hidroponik.
  4. Bisa juga digunakan untuk penyemprotkan tanaman.
  5. Gunakan ampasnya untuk pupuk organik padat (media tanam dalam pot)
Karena resep ini tidak baku sebaiknya dalam pembuatannya dibuat dalam skala lebih kecil. Dalam penggunaannya juga diuji coba terlebih dahulu terhadap beberapa varietas tanaman, supaya jikalau nantinya terjadi kesalahan tidak terlalu banyak. 

Selamat mencoba, Semoga bermanfaat, Ayo Beralih Profesi Menjadi Petani.(Bent)

Gambar: bebeja.com
Hidroponik Series : Mengenal Rockwool

Hidroponik Series : Mengenal Rockwool

Add Comment
http://media.hydroponics.net/images/rock.gif

Rockwool adalah sebuah media pertumbuhan pada perkebunan yang dibuat dari bahan-bahan alami Batu Basalt dan Kapur. Keduanya kemudian dilelehkan pada suhu 1600° C ke dalam sebuah lahar yang dialirkan ke dalam ruangan berputar yang besar, yang mana lahar ditarik ke dalam serat seperti "Permen Kapas". Jika anda pernah mengunjungi sebuah gunung berapi, anda mungkin sudah pernah melihat serat-serat ini terbang di sekitar gunung berapi. Suatu ketika serat-serat itu berputar, mereka termampatkan menjadi sebuah mat yang kemudian dipotong menjadi papan dan kubus. Pengerasan Rockwool hanya dari serat-serat yang tidak termampatkan. Prosesnya sangat efisien, memproduksi 37 cubik kaki bulu domba dari 1 cubik kaki batu. Rockwool dari api membuat produk secara kimiawi dan biologi lembam dan menciptakan media pertumbuhan yang ideal untuk hidroponik. Hal itu dikembangkan di Denmark pada awal 1970an, rockwool menjadi media produksi utama tanaman dan tumbuhan di Eropa dan Amerika Utara.
Rockwool Comes In Many Shapes And Sizes
Media pertumbuhan perkebunan Rockwool utamanya tersedia dalam 2 format utama. Pertama, sebagai lempeng keras, blok dan kubus dikenal sebagai produk "bonded" karena serat-seratnya disatukan bersama sebuah "gluing" atau agen perekat yang membuat mereka kaku dan rapuh. Inilah format utama untuk industri tanaman dan tumbuhan. Kedua, rockwool tersedia sebagai granulate hidrofilik dan hidrofobik yang sangat baik dan konsisten sebagai penyerap air atau penolak air. Format ini dapat digunakan sebagai sebuah komponen dalam variasi media lumut tanpa tanah atau penggabungan dasar tanah untuk meningkatkan kemiringan dari tanah liat yang padat atau tanah pasir yang tipis.
Rockwool Is Widely Used For Cut-Flower ProductionRockwool Stimulates Vigorous Root GrowthRockwool Slabs Are Excellent For Vegetable Production
Produk-produk yang sudah terbentuk tersedia dalam berbagai jenis dan bentuk yang dapat disesuaikan dalam banyak penggunaan. Karakteristik yang paling penting dari bentuk rockwool terletak dalam kenyataan bahwa hal itu memperbolehkan penanam untuk berespon cepat terhadap fluktuasi dalam lingkungan akar tanaman. Rockwool menjadi sebuah media yang keras berarti bahwa serat-serat rockwool tidak mengubah atau membatasi ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Karena CEC (Kapasitas Pergantian Kation) yang nol, materialnya dapat melepaskan "salts" ke semua pupuk. Dalam kasus ini, rockwool memiliki kapasitas menyerap hampir nol untuk air, yang menyebabkan lebih banyak air tersedia untuk tanaman ketika dibandingkan dengan media tanpa tanam yang diproduksi. Dari total jumlah larutan nutrisi yang diterapkan ke dalam sebuah papan rockwool, hanya 2% yang tersedia untuk kebutuhan tanaman. Media organik seperti lumut dan abu, memiliki 65% kapasitas menyimpan air dan hampir 4-8% larutan nutrisi diserap untuk material dengan struktur koloid dan oleh karena itu tidak tersedia untuk tanaman. Disebabkan keunikan pori-pori dari rockwool, hal itu dapat dengan mudah menerima volume besar dari larutan nutrisi tanpa meninggalkan susunan air. Setelah terendam, papan, balok atau kubus akan disalurkan secukupnya, dalam waktu yang singkat, sehingga 40-50% ruang pori-pori diisi oleh air. Secara sengaja dilepas dari papan dengan larutan nutrisi yg lebih karena hal itu dapat digunakan sebagai sebuat alat untuk mengontrol kesehatan tanaman dan merawat kondisi pertumbuhan secara optimal dalam daerah akar.
Multiblocks
Multiblocks didesain untuk bibit dan memotong perkembangan berikutnya untuk "blocking on" menjadi blok-blok pertumbuhan yang lebih besar. Multiblocks adalah sebuah sistem pertumbuhan yang berjenis model berdiri bebas. Bentuk V seara individual "cells" dalam sebuah multiblok membuat masukan udara lebih efektif, hal ini lebih baik untuk akar dibandingkan dengan blok-blok sendirian. Semua multiblok memiliki ukuran 1,4 inchi dan standar masukan udara 10x20.
Miniblocks
Miniblok digunakan dan mencegah pertumbuhan juga seperti multiblok. Bedanya adalah Miniblok bentuk kubus dan dibungkus dalam plastik yang tahan terhadap sinar UV putih pada keempat sisinya yang membantuk menjaga kelembapan. Blok ini juga dapat ditransfer menjadi Growblok dengan menyobek plastik dan melubanginya pada bagian atas dari Growblok. Miniblok tersedia dalam kantong yang berisi 2 strip, masing-masing strip terdapat 15 blok.
Growblocks
Growblok digunakan untuk menabur atau "blocking on" dari Multiblok dan Miniblok untuk tanaman-tanaman yang ditinggikan. Hanya akar atau tunas dalam blok yang kecil dan dicangkokan ke blok yang lebih besar ketika akar mulai keluar dan akar tanaman akan menuju ke blok yang lebih besar. Blok sendiri terbungkus dalam plastik yang tahan terhadap UV di keempat sisinya dan disuplai melalui potongan yang baik. Dasar dari Growblok beralur untuk menaikkan dengan seragam dan melengkapi drainase guna mencegah pembusukan akar. Jika tanaman mulai tumbuh akar dalam salah satu Growblok, anda dapat meletakkan blok tepat diatas papan dan membiarkan akar tanaman menuju papan atau anda dapat meletakkan kubus diatas masing-masing. Hal ini dapat digunakan untuk berbagai ukuran variasi lebar antara 3-4 inchi dan ke atas sampai 4 inchi. Growblok bekerja sangat baik di Sistem Hidroponik Ebb and Flow atau Drip.
Slabs
Slab/Papan adalah produk berharga untuk memanen sayuran. Mereka tersedia terbungkus dengan wadah polietilen yang tahan terhadap UV dengan penggunaan yang mudah. Struktur yang spesial memungkinan dengan lingkungan sejenis akar tanaman dapat dengan cepat menjelajahi seluruh volume pertumbuhan pada awalnya. Distribusi air dan nutrisi juga lebih seragam dan menyediakan volume penyerapan oleh akar secara efektif dalam jumlah besar dibandingkan sebelumnya. Slab tersedian dengan panjang 36 inchi dan tinggi 3 inchi dan memiliki 2 ukuran yang berbeda dalam lebar. Slab 6 inchi cocok untuk tanaman yang tidak membutuhkan kapasitas penyerapan yang sangat besar. Slab 8 inchi utamanya untuk tanaman yang besar seperti mentimun yang membutuhkan dasar yang kuat dan stabil serta kapasitas penyerapan yang besar. Slab mudah digunakan, hanya dengan melubangi pada bagian atas slab dan membuat celah pada dasar plastik slab untuk drainase.
Rockwool Granulates
Butiran Rockwool dapat digunakan sendiri dalam pot atau campuran dasar organik. Butiran penyerap air dapat digunakan sebagai sebuah pengganti media tanah yang mana media tersebut dengan cepat kehilangan air seperti pada produksi anggrek dan bromeliad atau dalam kasus dimana transmisi penyakit lewt tanah terjadi dengan cepat. Tambahan butiran penyerap air untuk tanah mencampur pada volume 20-50% meningkatkan kapasitas penahan air dan udara, meningkatkan umur pertumbuhan dan tempat tanaman. Hal tersebut direkomendasikan untuk penggunaan sendiri atau campuran dengan butiran penolak air, tergantung dari rasio udara atau air yang dibutuhkan. Butiran penolak air digantikan aerator seperti perlite dan stirofoam. Butiran rockwool tidak akan pecah pada campuran tanah, hal tersebut berbeda  dengan perlite atau vermiculite dan mereka dapat tahan terhadap panas dari sterilisasi dimana strirofoam meleleh. (M-ANT)

Ditranslate dan diedit dari hydroponics.net

Sistem Hidroponik, Berkebun tanpa Tanah

Add Comment
Pc 1. Hidroponik (rendyprasdianata.blogspot.com)
Sebuah kebun hidroponik dapat segampang menanam dalam pot berisi batu atau beberapa tipe media tumbuh yang disirami hanya dengan tangan. Air tersebut harus mengandung elemen-elemen yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh yang tidak didapatkan dari air. Air yang dicampur dengan elemen tersebut disebut dengan Larutan Nutrisi.
Elemen yang dibutuhkan untuk Larutan Nutrisi adalah Nitrogen, Fosfat, Potassium, Calsium, Magnesium, Sulfat, Besi, Mangan, Tembaga, Zinc, Mylobdenum, Boron dan Clorin. Pupuk untuk tanah itu sendiri tidak mengandung seluruh elemen, dalam proporsi yang benar, untuk membuat sebuah Larutan Nutrisi Hidroponik. Hanya Formula Nutrisi Hidroponik yang berkualitas lah yang mengandung seluruh elemen yang dibutuhkan.
Formula Nutrisi dapat dibuat dari goresan dengan sedikit pengetahuan dari bahan kimia dan apa yang bentuk kimia yang elemen tersebut harus ada. Tetapi itu diluar dari masalah yang akan kita diskusikan sekarang.
Mengairi sebuah kebun hidroponik oleh tangan yang mungkin kurang mahir dengan beberapa pasang dari tanaman atau dengan media pertumbuhan seperti batu yang akan kering dengan waktu kurang dari satu jam. Sebagian besar kebun hidroponik memiliki sebuah sistem hidroponik yang secara otomatis dihubungkan dengan pompa dan diberi waktu untuknya bekerja.
Sebagian besar penanam suka untuk mencoba dengan tipe sistem hidroponik yang berbeda, paling sering membangunnya bagian per bagian. Berikut sedikit sistem yang paling sering digunakan, dengan deskripsi singkatnya.

Flood/Drain System Flood Drain SystemSebuah baik plastik yang diisi dengan tanaman (biasanya dalam pot), di atas dari sebuah reservoir yang diisi dengan Larutan Nutrisi. Sebuah pompa dalam reservoir dihubungkan ke dasar dari baki. Ketika pompa dihidupkan, baik terisi dengan air. Ketika pompa dimatikan, air turun melalui pompa menuju reservoir. Baki harus berada di atas reservoir sehingga gravitasi menarik air turun. Tanda penyesuaian harus ditambahkan dalam baki untuk mengatur berapa banyak air yang harus ada dalam baki. Ketika air mencapai tanda tersebut, maka akan kembali ke dalam reservoir. Pompa dapat dihidupkan kembali dengan pengatur waktu. Sistem seperti ini biasanya mengairi 3-4 kali sehari.

Drip system Dutch Pot with dripperSistem Drip dapat menggunakan sejumlah tipe kontainer yang berbeda tetapi cara kerjanya biasanya mirip. Larutan Nutrisi disimpan dalam sebuah reservoir. Sebuah pompa dalam reservoir memiliki tabung yang terhubungkan dengan reservoir tersebut yang mengalirkannya ke dasar dari tanaman. Tabung dapat bercabang menjadi tabung yang lebih kecil untuk menyalurkan Larutan ke banyak tanaman. Hal seperti itu bekerja seperti sebuah sistem drip irigasi dalam kebun. Faktanya, Anda menggunakan sebagian bagiannya seperti Alat drip, stake, tabung dan alat penanda. Jika Larutan Nutrisi akan diperbaiki, kontainer harus diatas reservoir sehingga dapat turun. Jika tidak, maka harus menggunakan pompa yang berbeda. Tentu saja Anda tidak perlu mengembalikan Larutan Nutrisi seluruhnya, karena itu dapat habis. Hal tersebut bukan merupakan rancangan terbaik jika itu merupakan lahan tanam ekstra anda. Beberapa sistem drip berjalan terus menerus, yang lain dengan menggunakan timer.

Nutrient Film Technique (NFT) system Wall mounted NFT systemSistem NFT berjalan seperti sistem drip, dia memiliki sebuah reservoir dengan pompa. Pompa memiliki sebuah tabung yang bercabang menjadi tabung yang lebih kecil untuk mengairi tanaman. Tetapi, tanaman-tanaman diairi melalui akar. Tanaman dirancang dalam aliran seperti aliran hujan. Aliran tersebut memiliki tutup dan dilubangi dengan bentuk bulat atau kotak untuk masing-masing tanaman. Lubang-lubang tersebut diberi jarak yang tepat untuk tanaman. Tanaman tumbuh dalam keranjang plastik yang kecil kira-kira 2 inci, diisi dengan rock atau rockwool. Keranjang tersebut ditempatkan dalam lubang yang ditutup. Beberapa sistem tidak menggunakan keranjang, hanya sebuah rockwool bentuk kubus atau material pertumbuhan yang hampir sama. Air masuk dari satu sisi menuju sisi yang lain. Sebagian besar akar akan mengisi dasar dari saluran. Tujuan dari sistem ini adalah untuk aliran air yang cukup setiap saat untuk menjaga akar tetap basah dan juga memastikan kecukupan oksigen dari udara. Hal itu bekerja dengan sangat baik ketika rancangan dan perawatan dijalankan dengan baik.

Aeroponic system
Pc 1. Sistem Aeroponik (rendyprasdianata.blogspot.com)
Sistem Aeroponik tampak seperti sistem NFT tetapi berbeda dalam cara kerja. Tanaman tumbuh di keranjang plastik yang ditempatkan dalam lubang di atas tabung. Akar-akar tumbuh menuju bawah tabung. Tabung diisi dengan air kemudian disalurkan ke tabung yang lebih kecil. Tabung yang lebih kecil memiliki lubang dengan ukuran 6 inchi atau membiarkan air keluar. Pada akhir tabung yang besar meluap seperti sistem flood atau drain yang mengatur kedalaman air. Tabung yang besar tetap diisi separuh dengan air. Trik sistem ini adalah dengan sebuah pompa tekanan tinggi sehingga air menuju tabung yang lebih kecil, air yang teroksigenasi dalam tabung yang besar. Pompa harus berjalan setiap waktu.
Kita dapat menggunakan satu sistem dengan sistem yang berbeda tetapi ide dasarnya adalah untuk menjaga akar tetap lembab dan terpapar dengan udara. (M-ANT)

Ditranslate dan diedit dari hydroponics.net

Perkembangan Terbaru Hidroponik, "HIDROGEL"

Add Comment


Hidrogel saat ini mejadi pilihan baru sebagai hidroponik untuk tanaman, bicara soal hidroponik, tidak bisa lepas dari media tanam., media tanam memegang peranan sangat penting untuk suksesnya bercocok tanam sistem hidroponik. Media tanam untuk hidroponik biasanya menggunakan batu perlit atau vermiculit. Batu perlit merupakan batu dari letusan gunung berapi, bentuknya dibuat bulat-bulat, poros, dan ringan. Namun bila perlit dan vermikulit sukar didapat dan mahal harganya, banyak alternatif lainnya, seperti batu apung, pecahan batu bata atau genteng, pasir, arang kayu, arang sekam, pakis, sabut kelapa, ijuk, spon. Prinsipnya,