Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

6 Tips Cara Belajar yang Mudah

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat. Belajar merupakan salah satu aktivitas untuk mendapatkan ilmu melalui pelajaran-pelajaran yang diberikan, baik dalam kelas maupun di luar kelas, di dalam rumah maupun di luar rumah. Dimana pun tempat bisa dijadikan sarana untuk belajar, sehingga selain perlu untuk mempersiapkan materi pelajaran dengan baik, juga perlu mempersiapkan beberapa hal-hal berikut ini sehingga, belajar menjadi mudah, efektif dan efisien.

Revolusi Ilmiah - Belajar menyenangkan
Belajar menyenangkan. (Foto : supplierbahanhangunan.com)

Cara Belajar Mudah

Berikut adalah 6 cara belajar yang mudah seperti diungkapkan dalam "How to study in six simple steps" oleh dummies.com.

1. Ruang kosong

Ruang kosong di sini berarti suatu ruangan yang khusus untuk belajar, baik itu kelas maupun ruangan di rumah sehingga secara otomatis dapat dibiasakan dengan tempat tersebut. Dengan adanya ruang kosong yang khusus untuk belajar, menjadikan pelajaran-pelajaran mudah masuk dan jauh lebih nyaman.

2. Tempat yang kondusif

Tempat yang kondusif untuk belajar perlu diciptakan, dimanapun dan kapanpun sebenarnya kita dapat belajar, namun menciptakan tempat yang kondusif perlu untuk diusahakan. Tempat yang kondusif tidak harus juga yang sepi, tetapi tempat yang dapat mendukung proses belajar dan memahami materi pelajaran yang diberikan.

3. Lama belajar

Belajar yang efektif tidaklah harus berlama-lama, baik posisi duduk maupun berdiri. Lama belajar ditentukan oleh materi dan praktek belajar, namun pelajaran yang efektif umumnya tidak lebih dari 2 jam pelajaran, dengan waktu utama adalah 15 menit awal dan 15 menit akhir. Belajar yang terlalu lama juga dapat menciptakan suasana bosan, begitu juga belajar yang terlalu singkat membuat materi yang diberikan pun tidak tuntas dan mengambang.

4. Menyiapkan materi yang mudah diingat

Kita harus memahami kebiasaan otak dalam mengingat pelajaran dalam proses belajar. Umumnya materi pelajaran yang mudah diingat adalah awal pelajaran dan akhir pelajaran, sedangkan materi yang kurang diingat adalah pada saat pertengahan. Kebiasaan yang umum tersebut perlu untuk diketahui, sehingga dalam belajar, kita dapat menyelipkan beberapa kegiatan pada pertengahan baik dengan relaksasi maupun istirahat sebentar.

5. Metode belajar

Metode belajar yang umum adalah audio (suara), visual (gambar atau video) dan kinestetik (gerak). Setiap orang memiliki metode belajar yang berbeda, meskipun tidak ada satu pun yang fokus pada satu metode belajar. Hal tersebut perlu untuk diketahui dan digunakan dalam proses belajar, outcome yang akan didapatkan adalah belajar lebih menyenangkan, pelajaran mudah diserap dan dipahami serta mencegah terjadinya kebosanan dalam belajar.

Revolusi Ilmiah - Contoh peta pikiran
Contoh peta pikiran. (Foto : art-is-fun.com)

6. Mind mapping (Peta pikiran)

Peta pikiran merupakan suatu cara yang ringkas dalam mengingat pelajaran-pelajaran penting. Dalam peta pikiran, akan ditunjukkan suatu alur pikiran pada seseorang terahadap pelajaran yang sedang dipelajari, karena sifatnya personil sehingga peta pikiran dapat berbeda-beda pada seseorang. Mulailah dengan sesuatu yang simple atau mudah, kemudian berkembang menjadi suatu peta pikiran yang lebih rumit dan komplek.

Demikian 6 tips cara belajar yang mudah, semoga dapat dijadikan masukan supaya pembelajaran kita dan anak-anak dapat lebih efektif, nyaman, mudah dan menyenangkan. Orang tua perlu untuk memahami juga minat dan bakat seorang anak selain cara belajar tadi, guna mempermudah mereka meraih apa yang dicita-citakan sesuai dengan minat dan bakat tersebut. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Referensi 1

7 Sifat Orang yang Gagal Sukses

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat. Menjadi orang sukses dalam berbisnis seperti Bill Gates maupun Budi Hartono tentu saja tidak dilakukan dengan cara yang mudah. Sebagai orang terkaya nomer 1 di dunia dan di Indonesia, mereka melakukan serangkaian kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk sukses dalam mewujudkan impian dan cita-cita karirnya. Sebaliknya, orang yang gagal dalam impian dan karirnya akan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat dirinya jauh dari kata sukses. Ternyata, sifat yang mendasar dari orang sukses dan orang yang gagal sukses dapat dibedakan dengan jelas.

Revolusi Ilmiah - Gagal dalam sebuah bisnis
Gagal dalam sebuah bisnis. (Foto : yokeepo.com)

Sifat Orang yang Gagal Sukses

Berikut 7 sifat orang yang gagal sukses versi Majalah Bisnis Forbes.

1. Lebih senang berkelompok

Anda akan dengan sangat mudah untuk melihat orang yang lebih senang berkelompok, terutama jika Anda baru masuk perusahaan. Mereka duduk dalam rumpun bersama-sama dan mereka membuat pernyataan aneh dalam pertemuan, mereka melakukan hal yang sama setiap hari dan mereka mengeluh ketika hidup mereka terganggu oleh sesuatu atau seseorang yang baru. Sifat tersebut dapat ditemukan baik di perusahaan besar dan kecil. Jika Anda melawan kelompok itu, siap-siap bakal dimusuhi, ditindas dan di-bully. Tapi jika Anda bergabung dengan mereka, Anda menjadi bodoh dan sulit melompat ke karir yang lebih baik.

2. Mudah tertipu

Sifat yang sangat dijauhi dari sukses salah satunya adalah mudah tertipu. Oleh karena itu belajarlah dari pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun orang lain melalui tulisan maupun perkataan mereka. Anda jangan sampai termakan dengan janji-janji manis dari manajemen perusahaan. Contohnya, jangan percaya mereka ketika mengatakan perusahaan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3. Menjadi orang penakut

Orang yang penakut dapat menyebabkan masalah di tempat kerja menjadi serius. Jika Anda takut dipecat, manajemen  akan menemukan cara untuk menyuruh Anda terus menerus. Jika proyek mereka gagal, mereka akan menyalahkan Anda tanpa beban. Mereka tahu Anda bakal menerimanya sebab Anda takut dipecat. Sifat seperti inilah yang menjadikan Anda sulit untuk berkembang dan cenderung untuk menjadi "Budak" orang lain.

4. Pekerja yang apatis

Apatis atau cuek terhadap lingkungan kerja sanagat berbahaya. Bekerja dimanapun bukan berarti Anda tak bersosialisasi dengan orang lain. Kerja tim dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk membangun perusahaan. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja. Dengarkan teman saat sedang curhat, beri bantuan jika mereka kesulitan. Ingat, Anda suatu saat pasti Anda butuh bantuan dari mereka juga.

5. Menjadi seorang pecundang

Setiap kali Anda berhasil atau pengalaman sesuatu yang besar dalam hidup atau karir anda, ada orang di kantor Anda merasa ragu Anda meraihnya dengan kerja keras. Seorang pecundang akan berpikir Anda mencapai itu karena Anda koneksi orang penting di perusahaan. Anda tidak dapat menghentikan pecundang dari pikirannya. Satu-satunya cara untuk melawan pecundang sakit adalah untuk memastikan mereka tidak benar. Dalam sebuah bisnis, pecundang hanya akan menjadikan bisnis tidak berkembang dan cenderung jalan di tempat.

Revolusi Ilmiah - Tukang gosip gagal sukses
Tukang gosip gagal sukses. (Foto : networkedlawyers.com)

6. Penggosip

Gosip-gosip yang tidak ada hubung kaitnya dengan kesuksesan usaha maupun bisnis sangat berbahaya. Anda harus menghindari para biang gosip karena berbahaya sekali dekat dengan mereka, Anda harus menjaga jarak dengan mereka. Asumsikan, dia bersedia untuk menjelek-jelekkan orang lain kepada anda, bisa jadi dia juga menceritakan keburukan Anda di depan rekan kerja lainnya.

7. Peminta maaf

Peminta maaf biasanya akan mendiskreditkan diri segera setelah mereka membuka mulut mereka. Contohnya saat meminta kenaikan gaji, dia akan mengatakan" Maaf, saya tahu perusahaan sedang tak punya uang, tapi...". Pernyataan tersebut menunjukkan dia tidak memiliki kepercayaan yang besar. Jika kata-kata itu keluar dari mulut Anda, bisa dipastikan Anda gagal naik gaji. Seorang yang sukses tidak sungkan dalam mengungkapkan kebenaran dan kenyataan yang ada.

Demkian 7 sifat orang yang gagal dalam bisnis dan karirnya, semoga kita terhindar dari 7 sifat tersebut sehingga kita menjadi orang yang sukses. Namun tentu saja, selain kita sukses dalam bisnis maupun karir kita, kita juga harus berusaha untuk dapat sukses dalam mengemban amanat Nya guna memakmurkan Alam. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Anak Luar Biasa Itu Bernama Zhang Da

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat. Kisah inspiratif kali ini diambil dari Tiongkok. Dialah Zhang Da, seorang anak yang begitu gigihnya berjuang untuk hidup bersama sang ayah yang lumpuh. Anak 10 tahun yang begitu menginspirasi banyak orang, sehingga Pemerintah Tiongkok tidak segan segannya memberikan predikat Anak yang melakukan Perbuatan Luar Biasa, tepatnya pada tanggal 27 Januari 2006 di Jiangxu, Nanjing, Tiongkok yang disiarkan secara nasional.

Revolusi Ilmiah - Zhang Da saat mulai ditinggal sang Ibu

Ditinggal Pergi Sang Ibu

Pada tahun 2001, Zhang Da yang belum genap 10 tahun, ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan hidup miskin bersama sang suami yang sakit keras. Sejak hari itu Zhang Da hidup bersama ayah yang pengangguran dan lumpuh serta sakit-sakitan. Kondisi itulah yang memaksa sang bocah untuk mengambil alih tanggung jawab berat keluarganya. Dia harus bersekolah, Mencari makan untuk dia dan ayahnya, dan Juga memikirkan obat-obatan untuk ayahnya yang tidak murah. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. 

Zhang Da semestinya belumlah diberikan tanggung jawab yang berat tersebut. Dia masih terlalu kecil. Dia salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah dia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, dia memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupan dia dan ayahnya. Dia memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Untuk menuju sekolah dia harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanannya itulah dia mencoba memakan daun-daunan, biji-bijian dan buah-buahan yang ditemuinya. Kadang juga menemukan jamur, atau rumput dan dia coba memakannya. Dari mencoba-coba itulah, dia mulai mengetahui mana yang bisa dikecap lidahnya dan mana yang tidak. Setelah waktunya pulang sekolah, dia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasilnya digunakannya untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Zhang Da menjalani hidupnya seperti ini selama lima tahun, meski begitu badannya tetap sehat, segar dan kuat. 


Merawat Sang Ayah

Semenjak usia 10 tahun, Zhang Da mulai bertanggung jawab dalam merawat ayahnya. Menggendongnya ke WC, mengelapnya dan sesekali memandikan sang Ayah. Selain itu juga dia membeli beras, membuat bubur, dan segala perawatan terhadap ayahnya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan penuh kasih sayang. Bahkan, Zhang Da menyuntik sendiri sang Ayah. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Dia mulai belajar tentang obat-obatan melalui buku bekas yang ia beli. Yang luar biasa adalah Zhang Da belajar bagaimana seorang suster memberikan suntikan kepada pasiennya. Setelah merasa mampu, Zhang Da nekad menyuntik ayahnya sendiri. Walau bisa dikatakan perbuatannya memang nekad, namun memandang bagaimana kondisi ekonomi dan psikologis Zhang Da, bisa dikatakan Zhang Da justru adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Kini penyuntikan tersebut sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, Zhang Da juga sudah lebih terampil.

Revolusi Ilmiah - Keingingan mendalam Zhang Da

Keinginan Mendalam Zhang Da

Apa sebenarnya keinginan terdalam Zhang Da? Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da. Sang presenter acara bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu dambakan dalam hidupmu, berapa banyak uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Apapun yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”  Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Presenter pun kembali berkata, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar diapun menjawab, “Saya mau Ibu kembali. Ibu, kembalilah ke rumah, saya bisa membantu Ayah, saya bisa cari makan sendiri. Ibu kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Beberapa orang pasti tidak dapat memahaminya, namun mungkin itulah keingingan mendalam bagi Zhang Da. "Saya mau Ibu kembali," sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya semenjak menyaksikan kepergian sang Ibu. Acara itupun menjadi sebuah acara yang sangat menginspirasi banyak orang. Tidak ada dendam sedikitpun dalam diri Zhang Da. Anak luar biasa memang patut disematkan kepada Zhang Da.

Demikian cerita inspiratif dari seorang anak dari Zhejiang, Zhang Da. Seberat apapun perjuangan yang dilakukannya, dia tidak pernah dendam kepada orang yang membuatnya susah dan harus bekerja lebih keras. Namun, bagi dia dengan perjuangan itulah dia malah bertambah dewasa dan kuat dalam menjalani kehidupan ini. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Gambar 1, 2
Pada postingan Catatan Motivasi kali ini, kami akan mengisahkan cerita teladan tentang seorang anak asal Propinsi Zhejiang, China, yang kita sebut saja namanya Zhang Da.
Perhatian Zhang Da yang besar terhadap ayahnya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, yang kala semua itu bermula masihlah berumur 10 tahun, layak disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah Cina mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan kepadanya.

Zhang Da termasuk satu dari sepuluh penduduk Cina yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah Cina, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, yang juga disiarkan di TV secara nasional, memberikan penghargaan kepada sepuluh orang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da yang belumlah genap 10 tahun, ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan hidup miskin bersama sang suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup bersama ayah yang pengangguran dan lumpuh serta sakit-sakitan. Kondisi tersebut memaksa sang bocah untuk mengambil alih tanggung jawab berat keluarganya. Dia harus bersekolah, mencari makan untuk dia dan ayahnya, dan juga memikirkan obat-obat untuk ayahnya yang pastinya tidak murah. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Zhang Da semestinya belumlah diberikan tanggung jawab yang berat tersebut. Dia masih terlalu kecil. Dia salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah dia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan ayahnya. Demikian yang diungkapkan Zhang Da ketika berhadapan dengan utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Dia memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Untuk menuju sekolah dia harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanannya itulah, dia mulai memakan daun-daunan, biji-bijian dan buah-buahan yang ditemuinya. Kadang juga menemukan jamur, atau rumput dan dia coba memakannya. Dari mencoba-coba itulah, dia mulai mengetahui mana yang bisa dikecap lidahnya dan mana yang tidak. Setelah waktunya pulang sekolah, dia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasilnya digunakannya untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Zhang Da menjalani hidupnya seperti ini selama lima tahun, meski begitu badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da merawat sang Ayah yang sakit.
Semenjak usia 10 tahun, Zhang Da mulai bertanggung jawab dalam merawat ayahnya. Menggendongnya ke WC, mengelapnya dan sesekali memandikan sang Ayah. Dia membeli beras, membuat bubur, dan segala perawatan terhadap ayahnya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Zhang Da menyuntik sendiri sang Ayah.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Dia mulai belajar tentang obat-obatan melalui buku bekas yang ia beli. Yang luar biasa adalah Zhang Da belajar bagaimana seorang suster memberikan suntikan kepada pasiennya. Setelah merasa mampu, Zhang Da nekad menyuntik ayahnya sendiri.

Anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa menyunting pasien, tentunya ini luar biasa. Walau bisa dikatakan perbuatannya memang nekad, namun memandang bagaimana kondisi ekonomi dan psikologis Zhang Da, bisa dikatakan Zhang Da justru adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Kini penyuntikan tersebut sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, Zhang Da juga sudah lebih terampil.

Saya Mau Ibu Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da...

Sang presenter bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu dambakan dalam hidupmu, berapa banyak uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Apapun yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Presenter pun kembali berkata, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar diapun menjawab, “Saya mau Ibu kembali. Ibu kembalilah ke rumah, saya bisa membantu Ayah, saya bisa cari makan sendiri. Ibu kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.

Mengapa tidak meminta kemudahan untuk pengobatan ayahnya?
Mengapa tidak meminta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa tidak meminta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit?
Mengapa tidak meminta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika dia membutuhkan, semua yang melihat kartu tersebut akan membantunya?
Dan mengapa-mengapa lainnya yang membuat orang-orang bertanya.

Beberapa orang pasti tidak dapat memahaminya, namun mungkin itulah yang paling utama bagi Zhang Da. "Saya mau Ibu kembali," sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya semenjak menyaksikan kepergian sang Ibu. - See more at: http://www.termotivasi.com/2008/06/kisah-teladan-dari-china_29.html#sthash.eUMp2HiH.dpuf
Pada postingan Catatan Motivasi kali ini, kami akan mengisahkan cerita teladan tentang seorang anak asal Propinsi Zhejiang, China, yang kita sebut saja namanya Zhang Da.
Perhatian Zhang Da yang besar terhadap ayahnya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, yang kala semua itu bermula masihlah berumur 10 tahun, layak disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah Cina mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan kepadanya.

Zhang Da termasuk satu dari sepuluh penduduk Cina yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah Cina, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, yang juga disiarkan di TV secara nasional, memberikan penghargaan kepada sepuluh orang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da yang belumlah genap 10 tahun, ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan hidup miskin bersama sang suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup bersama ayah yang pengangguran dan lumpuh serta sakit-sakitan. Kondisi tersebut memaksa sang bocah untuk mengambil alih tanggung jawab berat keluarganya. Dia harus bersekolah, mencari makan untuk dia dan ayahnya, dan juga memikirkan obat-obat untuk ayahnya yang pastinya tidak murah. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Zhang Da semestinya belumlah diberikan tanggung jawab yang berat tersebut. Dia masih terlalu kecil. Dia salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah dia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan ayahnya. Demikian yang diungkapkan Zhang Da ketika berhadapan dengan utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Dia memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Untuk menuju sekolah dia harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanannya itulah, dia mulai memakan daun-daunan, biji-bijian dan buah-buahan yang ditemuinya. Kadang juga menemukan jamur, atau rumput dan dia coba memakannya. Dari mencoba-coba itulah, dia mulai mengetahui mana yang bisa dikecap lidahnya dan mana yang tidak. Setelah waktunya pulang sekolah, dia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasilnya digunakannya untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Zhang Da menjalani hidupnya seperti ini selama lima tahun, meski begitu badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da merawat sang Ayah yang sakit.
Semenjak usia 10 tahun, Zhang Da mulai bertanggung jawab dalam merawat ayahnya. Menggendongnya ke WC, mengelapnya dan sesekali memandikan sang Ayah. Dia membeli beras, membuat bubur, dan segala perawatan terhadap ayahnya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Zhang Da menyuntik sendiri sang Ayah.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Dia mulai belajar tentang obat-obatan melalui buku bekas yang ia beli. Yang luar biasa adalah Zhang Da belajar bagaimana seorang suster memberikan suntikan kepada pasiennya. Setelah merasa mampu, Zhang Da nekad menyuntik ayahnya sendiri.

Anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa menyunting pasien, tentunya ini luar biasa. Walau bisa dikatakan perbuatannya memang nekad, namun memandang bagaimana kondisi ekonomi dan psikologis Zhang Da, bisa dikatakan Zhang Da justru adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Kini penyuntikan tersebut sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, Zhang Da juga sudah lebih terampil.

Saya Mau Ibu Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da...

Sang presenter bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu dambakan dalam hidupmu, berapa banyak uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Apapun yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Presenter pun kembali berkata, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar diapun menjawab, “Saya mau Ibu kembali. Ibu kembalilah ke rumah, saya bisa membantu Ayah, saya bisa cari makan sendiri. Ibu kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.

Mengapa tidak meminta kemudahan untuk pengobatan ayahnya?
Mengapa tidak meminta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa tidak meminta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit?
Mengapa tidak meminta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika dia membutuhkan, semua yang melihat kartu tersebut akan membantunya?
Dan mengapa-mengapa lainnya yang membuat orang-orang bertanya.

Beberapa orang pasti tidak dapat memahaminya, namun mungkin itulah yang paling utama bagi Zhang Da. "Saya mau Ibu kembali," sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya semenjak menyaksikan kepergian sang Ibu. - See more at: http://www.termotivasi.com/2008/06/kisah-teladan-dari-china_29.html#sthash.eUMp2HiH.dpuf
Pada postingan Catatan Motivasi kali ini, kami akan mengisahkan cerita teladan tentang seorang anak asal Propinsi Zhejiang, China, yang kita sebut saja namanya Zhang Da.
Perhatian Zhang Da yang besar terhadap ayahnya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, yang kala semua itu bermula masihlah berumur 10 tahun, layak disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah Cina mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan kepadanya.

Zhang Da termasuk satu dari sepuluh penduduk Cina yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah Cina, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, yang juga disiarkan di TV secara nasional, memberikan penghargaan kepada sepuluh orang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da yang belumlah genap 10 tahun, ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan hidup miskin bersama sang suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup bersama ayah yang pengangguran dan lumpuh serta sakit-sakitan. Kondisi tersebut memaksa sang bocah untuk mengambil alih tanggung jawab berat keluarganya. Dia harus bersekolah, mencari makan untuk dia dan ayahnya, dan juga memikirkan obat-obat untuk ayahnya yang pastinya tidak murah. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Zhang Da semestinya belumlah diberikan tanggung jawab yang berat tersebut. Dia masih terlalu kecil. Dia salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah dia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan ayahnya. Demikian yang diungkapkan Zhang Da ketika berhadapan dengan utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Dia memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Untuk menuju sekolah dia harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanannya itulah, dia mulai memakan daun-daunan, biji-bijian dan buah-buahan yang ditemuinya. Kadang juga menemukan jamur, atau rumput dan dia coba memakannya. Dari mencoba-coba itulah, dia mulai mengetahui mana yang bisa dikecap lidahnya dan mana yang tidak. Setelah waktunya pulang sekolah, dia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasilnya digunakannya untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Zhang Da menjalani hidupnya seperti ini selama lima tahun, meski begitu badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da merawat sang Ayah yang sakit.
Semenjak usia 10 tahun, Zhang Da mulai bertanggung jawab dalam merawat ayahnya. Menggendongnya ke WC, mengelapnya dan sesekali memandikan sang Ayah. Dia membeli beras, membuat bubur, dan segala perawatan terhadap ayahnya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Zhang Da menyuntik sendiri sang Ayah.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Dia mulai belajar tentang obat-obatan melalui buku bekas yang ia beli. Yang luar biasa adalah Zhang Da belajar bagaimana seorang suster memberikan suntikan kepada pasiennya. Setelah merasa mampu, Zhang Da nekad menyuntik ayahnya sendiri.

Anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa menyunting pasien, tentunya ini luar biasa. Walau bisa dikatakan perbuatannya memang nekad, namun memandang bagaimana kondisi ekonomi dan psikologis Zhang Da, bisa dikatakan Zhang Da justru adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Kini penyuntikan tersebut sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, Zhang Da juga sudah lebih terampil.

Saya Mau Ibu Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da...

Sang presenter bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu dambakan dalam hidupmu, berapa banyak uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Apapun yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Presenter pun kembali berkata, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar diapun menjawab, “Saya mau Ibu kembali. Ibu kembalilah ke rumah, saya bisa membantu Ayah, saya bisa cari makan sendiri. Ibu kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.

Mengapa tidak meminta kemudahan untuk pengobatan ayahnya?
Mengapa tidak meminta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa tidak meminta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit?
Mengapa tidak meminta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika dia membutuhkan, semua yang melihat kartu tersebut akan membantunya?
Dan mengapa-mengapa lainnya yang membuat orang-orang bertanya.

Beberapa orang pasti tidak dapat memahaminya, namun mungkin itulah yang paling utama bagi Zhang Da. "Saya mau Ibu kembali," sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya semenjak menyaksikan kepergian sang Ibu. - See more at: http://www.termotivasi.com/2008/06/kisah-teladan-dari-china_29.html#sthash.eUMp2HiH.dpuf

Sosok Busyro Muqoddas

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat. Tokoh yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah Muhammad Busyro Muqoddas. Busyro Muqoddas merupakan seorang tokoh hukum Indonesia kelahiran Yogyakarta 17 Juli 1952 yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi 2011-2014.

Pendidikan beliau mulai dari TK tahun 1956 di TK ABA Suronatan, SD Muhammadiyah Ngupasan lulus tahun 1964 lanjut dengan SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 1 tahun 1968. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, beliau memutuskan untuk mengambil bidang hukum saat melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tahun 1972 dan lulus tahun 1977 meraih gelar Sarjana Hukum, selanjutnya tahun 1990 Magister Hukum juga digenggamnya setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Gajah Mada yang ditempuh sejak tahun 1985, gelar pendidikan di ilmu hukum dilengkapinya dengan gelar doctoral dari Universitas Islam Indonesia yang didapatnya tahun 2010.

Revolusi Ilmiah - Busyro Muqoddas

HAM

Selain pendidikan secara formal beliau juga mengikuti berbagai pelatihan, sebut saja Pelatihan Investigasi Pelanggaran HAM Berat yang diikuti di tahun 2004. Ketika tahun 2004 Dirjen Perlindungan HAM, Departemen Hukum dan HAM RI bersama dengan Institute of Human Rights, University of Oslo Norwegia membuat pra-pelatihan internasional bidang Hak Asasi Manusia, Conflict Transformation and Peace Promotion in Norwegia yang diselenggarakan di Bogor, Busyro juga tercatat sebagai peserta.

Selama pendidikannya di Universitas Islam Indonesia Busyro Muqoddas memiliki track record yang baik, misalnya sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia tahun 1973-1975, di civitasnnya Busyro juga menggeluti pekerjaan di dunia pendidikan sekaligus memulai karier hukum antara lain sebagai Direktur LKBH dan Pusdiklat Universitas Islam Indonesia, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Aktif sebagai anggota di Muhammadiyah tahun 1972 Busyro Muqoddas pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah selama 2 tahun, ayah tiga orang anak ini juga duduk sebagai Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak tahun 1985 sampai tahun 1990. Anggota Dewan Kode Etik IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia) Yogyakarta dan juga anggota Dewan Kode Etik ICM (Indonesia Court Monitoring) Yogyakarta ini menjabat sebagai Ketua di sebuah komisi yang berwenang menjaga kehormatan hakim Komisi Yudisial selama 5 tahun sejak tahun 2005 sebelum akhirnya menggantikan Antasari Azhar, dilantik dan diambil sumpah oleh Presiden RI pada 20 Desember 2010 sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi untuk tahun 2010-2011.

PENDIDIKAN

Magister Hukum dari Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada, 1995
Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 1977

KARIR

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 2010
Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia (2005-2010)
Anggota Dewan Etik Indonesia Court Monitoring (ICM) Yogyakarta (2000-2005)
Anggota dewan Kode Etik IKADIN Yogyakarta (1998-2000)
Ketua Delegasi dekan Fakultas Hukum se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Laboratorium LKBH Universitas Islam Indonesia Fakultas Hukum, 1995-1998
Wakil Dekan I, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia hingga tahun 1990
Wakil Dekan III, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (1986-1988)
Direktur Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 1983.
Anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia

PENGHARGAAN

Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) di tahun 2008

Referensi 1
Gambar 1

3 Kisah Teladan Bung Hatta

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat

Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta atau H. Mohammad Hatta adalah salah satu pahlawan Indonesia yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat 12 Agustus 1902 dan meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 (Umur 77 Tahun). Beliau bersama Bung Karno menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Menjadi salah satu tokoh penting Indonesia merupakan kebanggan sekaligus amanat yang berat, karena mau tidak mau harus bisa menjadi teladan bagi rakyat Indonesia, dan itulah yang ditunjukkan oleh Bung Hatta.

Revolusi Ilmiah - Bung Hatta tokoh nasional yang fenomenal

Kisah Teladan Bung Hatta

Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang tokoh nasional dapat hidup dengan mewah, terjamin semua kebutuhan hidupnya, tinggal di istana negara dan semua keinginan mudah diperoleh. Namun sangat disayangkan, bayangan dan kenyataan tersebut tidak berlaku bagi tokoh sekelas Bung Hatta, bahkan beberapa keinginan sepelenya pun tidak terpenuhi.

1. Sepatu bally

Sebuah cerita mengatakan bahwa suatu waktu Bung Hatta pergi ke luar negeri, dia masuk ke sebuah toko dan melihat ada sepatu bally, beliau pun terpesona dengan sepatu tersebut. Karena tidak cukup uang sakunya maka beliau mengurungkan niatnya untuk membeli sepatu tersebut. Memang pada masa itu sepatu bally sangat populer dan mahal, bahkan diceritakan Bung Hatta yang mengidamkan sepatu bally sampai-sampai iklan sepatu bally di koran beliau simpan, berharap suatu waktu bisa membelinya. Sampai beliau wafat pun keingingannya membeli sepatu bally tidak terwujud.

2. Koper

Sebagai wakil presiden, kunjungan luar negeri menjadi hal biasa dan umumnya pejabat yang keluar negeri membawa oleh-oleh baik berupa cindera mata, makanan khas negara tersebut maupun kenang-kenangan yang lain. Namun berbeda dengan Bung Hatta, oleh I Wangsa Widjaja, sekretaris Bung Hatta menceritakan "Beliau pergi membawa satu koper dan pulangnya pun dengan koper yang sama, beliau tidak suka menghamburkan uang dan belanja ini dan itu". Kesederhanaan adalah ciri khas dari Bung Hatta. Bahkan kunjungan ke luar negeri atau liburan yang ia jalankan adalah mengunjungi toko buku atau tempat yang ada faedah dalam menambah pengetahuannya, "Kalaupun beliau menghendaki liburan, satu-satunya hiburan beliau adalah mengunjungi toko buku dan menghabiskan waktunya diantara rak-rak buku." Cerita Wangsa.

Revolusi Ilmiah - Idealis dan sederhana ada pada sosok Bung Hatta

3. Mesin jahit

Idealisme, itulah salah satu karakter Bung Hatta. Rahmi Rachim, istri beliau sangat merasakan sosok yang idealis pada diri Bung Hatta. Pernah suatu ketika sang istri ingin sekali membeli mesin jahit, dengan ketekukan sang istri mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sampai mencukupi untuk membeli mesin jahit. Ketika hampir membeli mesin jahit, tiba-tiba Pemerintah RI pada waktu itu membuat kebijakan untuk Sanering atau pemotongan nilai mata uang Rupiah (Diturunkan hingga 10 persen), tujuan pemerintah adalah untuk mengatasi masalah ekonomi yang memburuk. Betapa terkejut dan sedihnya Rahmi mengetahui hal tersebut, akhirnya dengan keberanian Rahmi bertanya kepada Bung Hatta, "Pak, bapak kan wakil presiden, tentunya bapak tahu akan adanya sanering. Mengapa bapak tidak memberitahu ibu?". Mendengar hal tersebut, Bung Hatta dengan sikap bijaksana dan idealismenya menjawab "Ibu, itu rahasia negara. Kalau bapak beritahu kepada ibu, berarti itu bukan rahasia lagi." Jawab Beliau tegas. Bahkan seorang istri pun bagi Bung Hatta adalah orang yang harus diperlakukan adil dihadapan hukum negara.

Demikian 3 kisah teladan dari Bung Hatta, semoga dapat menginspirasi kita untuk terus melakukan perbaikan dan mengedepankan sifat kasih dan sayang kepada sesama. Bukankah manusia itu mulia dihadapan Tuhan apabila mulia juga dihadapan manusia?. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Referensi 1
Gambar 1, 2

Cara Unik Berantas Korupsi di Hong Kong Tahun 1977

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat
Hong Kong atau Daerah Administratif Khusus Hong Kong sekarang ini merupakan bagian dari Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), tepatnya tanggal 1 Juli 1997 secara resmi pemerintah Inggris (Britania Raya) menyerahkan Hong Kong ini kepada RRT. Negara dengan wilayah 1.103 km² dan jumlah penduduk kurang lebih 6.880.000 (2006) ternyata memiliki cerita unik mengenai permasalahan pemberantasan korupsi, pada saat mereka masih tergabung dengan Britania Raya, tepatnya tahun 1977 pada saat Hong Kong dipimpin oleh Gubernur Mac Lehose.

Revolusi Ilmiah - ICAC Hong Kong

Cara Pemberantasan Korupsi di Hong Kong

Sebelum tahun 1973, Hong Kong sangat terkenal dengan Mafia Korupsi nya, tidak hanya Pemerintah, Jaksa dan Polisi, hampir seluruh lapisan masyarakat Hong Kong mengalami gejala yang sama. Ada kejadian seorang supir ambulan tidak mau mengantar pasien apabila tidak diberi "uang teh" terlebih dahulu. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan dramatis pada tahun 1974 dengan memecat semua polisi dan jaksa yang menjadi mafia korupsi. Ada idiom dalam tubuh mafia korupsi tersebut bahwa "Tak ada polisi, jaksa dan hakim baik yang umurnya akan panjang di pulau tersebut jika berani melawan korupsi".
Waktu itu mafia-mafia dan bandit-bandit di Hong Kong bersekongkol dengan polisi untuk menjadikan "wilayah" nya sebagai pusat pelacuran, perjudian dan narkotika serta perampokan bank. Tak terelakkan pula akibat persekongkolan tersebut, istri polisi di Hong Kong pun harus siap "dipakai" oleh atasannya jika menghendaki.
Usaha-usaha pemberantasan korupsi pun berulang kali digagas disana, namun mengalami kegagalan, sampai suatu ketika ada polisi yang baik mengusulkan untuk melakukan pemberantasan korupsi secara masif, usulannya pun disetujui dan didukung oleh Pemerintah Inggris. Di bawah Gubernur Sir Murray Mac Lehose (1971-1982) Hong Kong dirubah menjadi daerah anti korupsi dan anti mafia. Gubernur bersikap keras dan berani mengambil tindakan tegas, bahkan dia mencanangkan program "Bertempur dengan korupsi", tidak hanya sekedar berbicara, beliau melakukan tindakan-tindakan nyata. Tahun 1974 Gubernur Mac Lehose membentuk ICAC (Independent Commision Against Corruption) semacam KPK sekarang. Tekad Gubernur dibantu baik oleh pihak "Polisi Gila" maupun Pemerintah yang bersih. Polisi gila adalah mereka yang bermental baja, rela bertarung nyawa dengan mafia-mafia, bahkan siap dibunuh kapan saja. Pemerintah pun mendukung dengan Ekstra Yudisial nya, dengan memecat semua aparat polisi, jaksa dan hakim di seluruh Hong Kong yang terlibat dalam mafia., bersamaan dengan itu, pemerintah merekrut polisi, jaksa dan hakim dengan penyeleksian yang ekstra ketat. Bagi mereka yang dipecat, pemerintah memberikan pesangon secukupnya, biaya tersebut diambil dari APBN (Bahkan separuh dari APBN Hong Kong waktu itu dihabiskan hanya untuk memberikan pesangon bagi mereka), selain itu polisi, jaksa dan hakim yang dipecat dan diindikasikan korupsi ditawari untuk pergi meninggalkan Hong Kong dengan jaminan tidak akan diusut dan harta korupsi nya tidak akan dirampas oleh negara, tindakan yang sangat tegas, berani dan beresiko tinggi dari seorang pemimpin negara.
Revolusi Ilmiah - Prinsip keadilan
Namun, bagi mereka yang memilih tetap tinggal di Hong Kong, kasusnya akan diusut sampai tuntas (Hanya yang bersih, berani dan bernyali yang akan tinggal di Hong Kong). Masa pengampunan dan penghakiman tersebut dilakukan masal di seluruh wilayah Hong Kong, dan mulai tanggal 1 Januari 1977, Siapapun pejabat baik itu polisi, hakim dan jaksa di Hong Kong akan membawa ke meja hijau apabila terlibat korupsi.

Dengan sikap tersebut, Hong Kong dengan pemerintahannya semakin menatap hari depan dengan lebih cerah, apresiasi dan sikap internasional terhadap Hong Kong perlahan tapi pasti mulai membaik, bahkan investasi dan pembangunan pun dapat berkembang dengan pesatnya, bersih dari korupsi dan mafia.

Demikian cerita unik dan heboh pemberantasan mafia dan korupsi di Hong Kong sekitar tahun 1977, dapat kita ambil pelajaran bahwa sikap jujur, berani, tegas dan adil perlu ditegakkan, karena dengan sikap itu suatu bangsa dapat maju, sebaliknya jika sikap itu hilang atau luntur maka cepat atau lambat, suatu negara akan mengalami kehancurannya. (Baca juga : Korupsi No!!!) Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Referensi 1
Gambar 1, 2