Cara Sukses Menjadi Pemimpin Sejuta Umat (Part 3)




MEMPUNYAI PENGIKUT YANG SETIA


Pengikut adalah elemen terpenting dalam sebuah perjalanan kepemimpinan. Bahkan menjadi factor penentu dalam situasi kondisi yang dihadapi. Pengikut di ibaratkan sebagai organ tubuh selain kepala. Kepala ada pemimpin, sedangkan organ lain seperti kaki, tangan, jantung, darah dsb, adalah sebagai pengikut yang setia. Semua dikendalikan oleh syaraf yang berpusat dikepala. Pemimpin itu berfikir dan pengikut yang menjalankan. Pemimpin tanpa adanya pengikut bak pepesan kosong.  


Warren Blank, ”Pengikut adalah elemen penting yang menentukan setiap pemimpin dalam setiap situasi. Pengikut adalah mitra, dan wajah lain dari kepingan mata uang kepemimpinan.”


Tidak akan terjadi suatu perubahan apapun tanpa adanya satu keselarasan visi yang sama antara pemimpin dan yang dipimpin. Sosok figur pemimpin itu harus mampu untuk menarik pengikut-pengikut yang militan untuk menjalankan visi yang dibawanya.


Ada Tiga Syarat Utama, Sifat Seorang Pengikut.


Pertama, Para pengikut harus mencermati orientasi dan menganalisa perintah pemimpinnya agar yakin bahwa kesemuanya selaras dengan nilai dan prinsip yang emban.

Kedua, para pengikut harus mengoreksi langkah pemimpin yang menyimpang dari visi, nilai, dan prinsip awal.

Ketiga, para pengikut harus berinisiatif mengambil langkah-langkah yang benar dan tidak sekedar menunggu perintah. Hal ini dilakukan setelah mereka memahami metode, program, visi, dan nilai-nilai yang menjadi landasan organisasi.


Ketiga sifat diatas harus dimiliki dalam diri seorang pengikut. Karena sebagai seorang pengikut harus lah cerdas, tidak hanya sebatas ikut-ikutan. tapi harus tahu benar apa dan siapa yang diikuti. fungsi pengikut adalah sebagai penyangga, dan pemimpinnya sebagai penjaga.


Ada pula lima sikap istimewa seorang pemimpin terhadap pengikutnya.

Pertama, Berinteraksi dengan mereka secara persuasif dan memberikan kepada mereka kesempatan yang luas untuk berdialog, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi, bahkan untuk menolak dan mengoreksi kebijakan.

Kedua, Memberikan posisi istimewa yang tidak diberikan kepada orang lain. Misalnya jabatan tertentu atau keikutsertaan dalam majelis pengambilan keputusan.

Ketiga, Memberikan kebebasan penuh untuk bertindak dan wewenang yang besar untuk melaksanakan tugas, tapi tetap dengan pengarahan, bimbingan, dan pengawasan.

Keempat, Mendelegasikan beberapa tugas dan mempercayakan beberapa rahasia kepada mereka, menjalin hubungan pribadi dengan mereka, memberikan perlakuan khusus, dan menampakkan keistimewaan mereka.

Kelima, Memaafkan kesalahan kecil mereka dan lebih menekankan keistimewaan, prestasi dan dedikasi mereka. 
Pemimpin dan yang dipimpin adalah satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Untuk itu keduanya harus saling memahami dan melengkapi. Sang pemimpin harus selalu konsisten, yang dipimpin harus taat menjalankan perintah.

Dan landasan kepemimpinan yang terakhir adalah pandai dalam memotivasi pengikutnya. seperti apa... ---part 4---(r.a)

Please Share and Comment ↓

Related Posts

Previous
Next Post »